XB78WQK09O kol

Banyak usaha dan cara dilakukan, namun roda tak selalu di atas. Kadang hasil tak sesuai harapan karena berbagai faktor, baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari luar.

Semua orang pasti ingin yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga dan sekitarnya. Sebagian besar dari kita mempergunakan sebagian besar waktu di lingkungan kerja. Tentu saja, segala pengorbanan, baik tenaga, waktu dan emosi tak ingin terbuang sia-sia. Tanpa semangat yang memotivasi, tujuan terbaik mungkin mustahil diraih.

Yang kadang kita lupakan, semangat yang menjadi bahan bakar dalam berjuang dan mengejar yang terbaik, sebaiknya datang dari diri sendiri. Karena motivasi dari dalam adalah mesin penggerak yang paling kuat dan tahan lama.

Bagaimana cara menghadapi kegagalan dan menumbuhkan motivasi dari dalam diri sendiri?

  1. Alasan yang Kuat
    Tidak perlu banyak alasan diperlukan, hanya beberapa saja yang kuat dan mendasar. Sebagai contoh, misal kita ingin tembus target dan mendapatkan bonus, sebaiknya tidak melupakan kebutuhan penting di akhir tahun. Misal ingin berlibur ke antariksa, cukup diingat-ingat kebutuhan itu setiap kali menemui kendala atau setiap kali ingin menyerah.
  1. Memaksimalkan yang Kita Miliki
    Memahami apa saja kekuatan dan kekurangan adalah hal yang penting. Kekurangan diri sendiri sebaiknya tidak dijadikan alasan, namun dibawa ke kesadaran supaya bisa disikapi dengan bijak. Tidak perlu iri hati dengan gurita yang punya tentakel, atau monyet yang bisa memanjat pohon dengan cekatan. Tetap maju dengan apa yang kita miliki… dengan maksimal.
  1. Fokus, Total, Konsisten
    Sebuah perjalanan tidak mungkin selalu berjalan mulus. Godaan pasti datang, dan yang paling sering tentunya adalah rasa malas. Godaan-godaan ini bisa diatasi kalau kita bisa fokus. Pemikiran yang bercabang membuat usaha jadi tidak maksimal. Pusatkan perhatian pada tujuan, lalu lakukan dengan penuh totalitas. Jika secara pribadi sudah maksimal, sekitar kita pasti akan terpengaruh dan mendukung usaha mencapai yang terbaik. Kedua hal itu perlu didukung dengan konsistensi. Sebagai contoh; tetesan air yang jatuh di titik yang sama (fokus), menggunakan kekuatan maksimal (total) dan tidak mengubah letak jatuh (konsisten), pasti akan mampu melubangi sebuah batu.
  1. Nikmati Proses
    Saat jenuh melanda, kita boleh saja melupakan sejenak, keluar dari rutinitas, mencari pandangan baru. Temukan aktivitas yang membantu mengembalikan semangat dan nikmati proses.
  1. Mau Belajar, Bertanya & Mencoba Hal Baru
    Belajar hal-hal baru memudahkan kita mencapai tujuan. Mengapa? Karena kita mampu melihat satu hal dari berbagai sisi, tidak menutup mata hanya pada satu sisi saja. Cara pembelajaran bermacam-macam, bisa dengan membaca, bertanya, berdiskusi, dan tentu saja dengan mencoba melakukan.

Hal yang baik, dengan niat baik, untuk tujuan baik, dilakukan dengan baik, pasti akan mendapatkan hasil yang baik… semoga yang terbaik. Kalahkan diri sendiri, karena diri sendiri adalah musuh terbesar kita. Berikan yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik.

Selamat mencoba!

Posted by:Rizka Septiadi

Chief Marketing Officer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s