Psikolog J.P. Guilford membagi proses berpikir manusia menjadi dua tipe: divergen dan konvergen. Apa perbedaannya dan apa keuntungan masing-masing tipe?Kedua terminologi ini dicetuskan pertama kali oleh Guilford tahun 1956. Perbedaan mendasar keduanya adalah idea generation (divergen) dan idea analysis (konvergen). Orang-orang dengan tipe berpikir divergen mampu menghasilkan atau memproduksi ide-ide baru dan kerap dikaitkan dengan kreativitas, sedangkan orang-orang dengan tipe berpikir konvergen mampu menganalisis ide dan dikaitkan dengan kemampuannya menyelesaikan masalah (problem-solving).

Meski begitu, dua tipe berpikir ini sifatnya tidak saling berkompetisi atau konflik satu sama lain. Malahan keduanya saling menguntungkan dan saling melengkapi, terutama dalam sebuah proses inovasi. Proses penyelesaian masalah pun sebenarnya melibatkan kedua tipe berpikir.

 

Nah, berikut karakteristik masing-masing tipe:

Pola Pikir Divergen

divergen

Pola berpikir divergen dikarakterisasikan dengan kemampuannya memberikan pilihan ide atau solusi. Biasanya ide-ide atau solusi-solusi ini mengalir begitu saja secara spontan. Brainstorming dan menulis bebas adalah contoh aktivitas yang menggunakan pola berpikir ini.

Berikut delapan elemen pola berpikir divergen:

  1. Kompleksitas: mengkonseptualisasikan produk atau ide yang sulit atau multi-layer
  2. Keingintahuan: investigatif, mencari tahu atau bertanya, belajar untuk mendapatkan ilmu atau informasi, dan kemampuan menggali ide lebih dalam
  3. Elaborasi: menambahkan atau membangun produk atau ide
  4. Fleksibilitas: menciptakan persepsi atau kategori beragam, sebagai asal-muasal ide
  5. Kefasihan: menciptakan banyak ide yang memperkaya jumlah solusi atau produk potensial
  6. Imajinasi: membayangkan, menemukan, atau memikirkan, melihat, mengkonsepkan produk atau ide yang orisinal
  7. Orisinalitas: menciptakan produk atau ide segar, tidak biasa, unik, berbeda, atau belum pernah ada sebelumnya
  8. Pengambilan resiko: berani, tertantang, berpetualang – mengambil resiko atau bereksperimen dengan hal-hal baru

Orang-orang dengan pola pikir ini kerap dianggap memiliki rasa ingin tahu yang besar, liberal, gigih, dan selalu siap mengambil resiko.

Memetakan dengan menggambar lingkaran, menciptakan karya seni, menyusun jurnal, memetakan pokok pembicaraan, meluangkan waktu untuk meditasi dan berpikir, menyusun daftar pertanyaan adalah beberapa karakteristik yang terlihat. Orang-orang dengan pola berpikir ini juga biasanya lebih unggul dalam bahasa (membaca, menghafal kata, dan lain-lain).

Pola Pikir Konvergen

konvergen

Pola berpikir konvergen adalah teknik penyelesaian masalah (problem-solving) yang menyatukan ide atau bidang yang berbeda untuk menemukan satu solusi. Fokus dari pola pikir ini adalah kecepatan, logika dan akurasi, juga identifikasi fakta, penerapan kembali teknik yang sudah ada, pengumpulan informasi.

Faktor terpenting dari pola pikir ini adalah: hanya ada satu jawaban benar. Anda hanya memikirkan dua jawaban, yaitu benar atau salah. Tipe berpikir ini diasosiasikan dengan ilmu pengetahuan tertentu atau prosedur-prosedur standar.

Orang-orang dengan pola berpikir tipe ini memiliki alur berpikir logis, pintar menghafal pola, menyelesaikan masalah dan mengerjakan tes ilmu pengetahuan. Kebanyakan mata pelajaran di sekolah mengasah kemampuan berpikir tipe ini.

 

Penelitian membuktikan bahwa proses kreatif melibatkan kedua tipe proses berpikir. Namun para pakar menyarankan untuk tidak menyatukan kedua proses dalam satu sesi. Misalnya saja dalam 30 menit ke depan, Anda mengajak semua orang dalam tim Anda untuk brainstorming menciptakan ide-ide baru (yang melibatkan pola berpikir divergen). Dalam 30 menit tersebut, semua ide sebaiknya hanya dicatat, tidak dihakimi, misal dengan mengatakan bahwa sebuah ide tidak relevan karena budget yang terbatas. Setelah semua ide tertuang, masuklah ke sesi berikutnya, yakni analisa dan pengambilan keputusan (yang melibatkan pola berpikir konvergen).

Berdasarkan penelitian juga, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kreatif menyebabkan mood berubah-ubah (mood swing), dan ternyata kedua tipe berpikir menciptakan dua mood yang berbeda. Pola berpikir konvergen menciptakan mood negatif, sedangkan pola berpikir divergen menciptakan mood positif.

Penelitian J.A. Horne tahun 1988 mengungkap bahwa kurang tidur akan sangat memengaruhi kinerja orang-orang dengan pola pikir divergen, sedangkan orang-orang dengan pola pikir konvergen akan lebih cenderung baik-baik saja.

Termasuk memiliki pola berpikir yang manakah Anda? Gunakan dengan bijak talenta Anda, dan latihlah kedua tipe berpikir untuk dapat menggunakannya dengan seimbang di saat-saat yang tepat.

Sumber: harvard.edu, cleverism.com

Posted by:Cindy Nara

Head of Content

One thought on “Tipe Berpikir Divergen VS Konvergen

  1. haloo,, permisi
    itu otak kanan bukan?
    biasanya berpikir kritis itu otak kiri dan juga berpikir kreatif, namun seimbang otak kiri yg tinggi dan otak kanan terbatas

    mohon maaf, kalau salah. koreksi ya!! Trima kasih..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s