Siapa sih yang tidak memiliki akun Instagram? Sekitar 400 juta orang di dunia memiliki akun Instagram, dan Indonesia menjadi salah satu negara dengan pengguna terbanyak. Apa saja yang bisa kita pelajari dari dua pendirinya? Kesuksesan Instagram diawali dengan pintarnya CEO dalam melihat peluang. Saat pertama kali memutuskan membuat perusahaan berbasis internet, Kevin Systrom dan Mike Krieger menciptakan aplikasi Burbn sebelum akhirnya menjadi Instagram pada tahun 2010 karena dinilai potensial di era yang semakin “ramah-gambar” dan video.

1. Mengidentifikasi pasar

photo-1472162314594-eca3c3d90df1.jpg
Pada awalnya, aplikasi yang dibangun oleh Systrom dan Krieger adalah Burbn. Pernah mendengar Burbn? Burbn merupakan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk check in tempat dan share foto. Namun, melihat kebutuhan pasar yang lebih senang berbagi foto dibanding fitur lainnya, akhirnya Systrom dan Krieger berubah haluan dan berfokus pada layanan sharing foto, yang kemudian diberi nama Instagram.

2. Dengarkan klien

StockSnap_M3R47QVL3C.jpg
Saat mendapat masukan dari salah satu klien tentang filter foto di Instagram yang dapat membuat foto menjadi lebih bagus, Systrom dan Kreiger tidak marah, mereka justru senang dengan masukan tersebut, hingga kemudian terciptalah filter foto di Instagram yang membuat banyak orang semakin tertarik.

3. Belajar dari kegagalan dan melangkahlah maju

StockSnap_7LJXUWVX9S.jpg
“Hal terbaik bagi seorang entrepreneur adalah kegagalan,” ujar Systrom. Kegagalan yang dialami Systrom tidak menyulutkan semangatnya untuk sukses. Setelah gagal dengan aplikasi Burbn yang diciptakannya, Systrom mempelajari apa kesalahannya, memperbaiki, hingga kesuksesan kini datang menghampiri.

4. Menerima saat salah

photo-1461595520627-42e3c83019bc.jpg
Apakah kamu salah satu yang akan marah saat dikritik oleh rekan kerjamu? Jika iya, cobalah untuk menerima, karena dari kesalahan kita dapat banyak pelajaran. Seperti yang dialami Systrom dan Krieger saat bermasalah dengan Facebook yang justru pada akhirnya Instagram dan Facebook saling support demi kenyamanan para penggunanya.

5. Hargai saat keberuntunganmu berubah

daisy-75190_1280.jpg
Setiap manusia diciptakan bersama dengan keberuntungan-keberuntungan di hidupnya. Tidak terkecuali Systrom dan Krieger, yang memaknai hal tersebut dengan terus mengembangkan Instagram tak peduli sebanyak apa saingan di depan mereka.

Sumber: inc.com, beritagar.id

Posted by:Aulia Rahmi

Content Writer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s