Pernah dikejar deadline di saat tugas sedang banyak-banyaknya? Lalu apa yang Anda lakukan, panik, kesal, dan merasa tidak sanggup menyelesaikannya? Ya, hampir semua orang khususnya yang bekerja didasarkan pada target dan waktu. Tapi, tanpa disadari deadline justru jadi pengontrol diri saat ingin bermalas-malasan. Nah, berikut empat cara tepat hadapi deadline:

  • Fokus

“Goals are dreams with deadlines.” – Diana Scharf

Bagaimana bisa fokus kalau pekerjaan banyak dan dikejar deadline? Kalau Anda berada di kondisi seperti ini, kembalikan memori Anda pada saat pertama kali diberikan kepercayaan untuk posisi Anda sekarang. Fokus pada tujuan awal untuk sukses dengan semangat mengerjakan tugas tanpa takut gagal meskipun waktunya hampir habis.

  • Tidak menunda

“Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.” – Mahatma Gandhi

Hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak menunda. Kebanyakan pekerja yang dihadapkan pada deadline akan merasa stress yang ujungnya membuat mager (malas gerak). Contohnya ketika ada rekan kerja yang ingin bertanya tentang project pekerjaan pada Anda, sebaiknya Anda langsung memberikan respon, karena jika tidak, dia akan berpikir bahwa dia sedang bekerja dengan orang yang tidak profesional. Kalau Anda belum mengetahui jawabannya, Anda bisa katakan padanya bahwa sedang dicari tahu permasalahan dan solusinya.

  • Buat sistem kerja menjadi lebih terorganisir

“The best preparation for tomorrow is to do your today’s work superbly well.” – Sir William Osler

Saat dikejar deadline, perasaan pertama yang muncul adalah ingin tugas cepat selesai. Tapi, perlu diperhatikan bahwa kualitas itu nomor satu. Nah, supaya tugas Anda cepat selesai dengan hasil memuaskan ada baiknya Anda membuat to-do-list atau to-follow-up, ini akan membantu Anda untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan Anda dan bagian mana saja yang perlu dilengkapi.

  • Antusias pada hasil akhirnya

“Enthusiasm moves the world.” – Arthur Balfour

Banyak yang menganggap kalau kerja dari pagi sampai larut malam menandakan antusias terhadap sebuah pekerjaan. Realitanya, itu menandakan bahwa kita belum mengatur jadwal kerja dengan baik. Delapan jam dalam sehari sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk bekerja, dan sisanya biarkan tubuh beristirahat untuk esok harinya melanjutkan kembali pekerjaan yang belum terselesaikan di hari ini. Banyak bertanya kepada rekan kerja agar mereka tahu bahwa Anda betul-betul sedang mengerjakannya juga penting, untuk menunjukan bahwa Anda antusias terhadap apa yang Anda kerjakan.

Nah, selamat mencoba keempat hal di atas! 😀

 

Posted by:Aulia Rahmi

Content Writer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s