Apa itu “10X Engineer” dan bagaimana seorang engineer bisa menjadi 10X engineer?

10X engineer adalah sebuah konsep yang diinisiasikan Silicon Valley untuk mendeskripsikan engineer dengan tingkat produktivitas sepuluh kali lebih tinggi. 10X engineer juga memiliki sebutan “ninja.”

Benarkah ada engineer yang mampu berkontribusi sepuluh kali lebih bagi timnya dan perusahaan?

Menurut sebuah ulasan di redmonk.com, ya, 10X engineer memang benar ada. Penulis mengaku bahwa ia pernah bekerja dengan lusinan 10X engineers. Ketika mendengar istilah “10X engineer,” yang langsung muncul di benak mungkin adalah sekelompok engineer yang bekerja super cepat, mengerjakan satu project ke project berikutnya. Dan seperti engineer kebanyakan yang lebih banyak menggunakan waktu di depan layar, barangkali 10X engineer menggunakan lebih banyak waktunya di depan layar ketimbang engineer pada umumnya.

Benarkah begitu?

Apa saja sebenarnya karakteristik seorang 10X engineer? Berikut rangkuman dari redmonk.com dan effectiveengineer.com:

Menginspirasi dan Membantu Tim

Dari sekian banyak atribut yang dimiliki seorang engineer, mampu menginspirasi dan membantu anggota timnya adalah salah satu yang terpenting. 10X engineer adalah seseorang yang selalu dapat diandalkan timnya dalam segala macam project, menghabiskan waktunya untuk mengembangkan orang lain sehingga orang-orang di sekitarnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

10X engineer adalah seseorang yang suka menghabiskan waktunya bersama orang lain, membagikan ilmunya dan melihat orang-orang di sekitarnya berkembang dan berhasil. Ia adalah orang yang sabar menghadapi orang lain, optimis, ceria, dan mampu membawa timnya bersama-sama ke tujuan yang sama, meski di masa terberat sekalipun.

Rendah Hati

Engineer adalah seorang yang rendah hati, baik ketika berbicara tentang karya pendahulunya maupun anggota timnya saat ini; semua menerima rekognisi darinya.

Ia selalu menginginkan masukan dari orang lain dan jika memungkinkan melibatkan diri dalam proses pengambilan keputusan. Ia akan selalu berbagi ketika berhasil mempelajari sesuatu.

Memimpin dan Bertanggung Jawab

Seorang engineer yang baik tidak hanya memimpin namun juga menerima tanggung jawab. Ia tidak akan melempar tanggung jawab pada orang lain demi dirinya sendiri, atau mengambil keputusan teknis yang membuat pengeluaran membengkak tanpa memberi penjelasan terlebih dahulu kepada timnya.

Komunikasi dan Interpersonal

Meski banyak engineer yang dianggap kurang dalam berkomunikasi, engineer yang baik tidak menemui kesulitan berarti ketika berkomunikasi dengan berbagai macam tipe orang. Baik ketika dalam sebuah pertemuan besar atau pertemuan dengan pengguna, ia mampu menemukan warna bahasa dan nada yang tepat.

Ia juga mampu berkomunikasi dengan baik dalam sesi one-on-one, memiliki empati dan mampu mendengarkan. Ia mampu menempatkan diri pada posisi orang lain.

Project Management dan the Big Picture

Engineer ini memiliki kemampuan project management yang kuat, salah satu yang terpenting yakni mampu membuat estimasi level pekerjaan yang akan ia lalui. Ia pun mampu memimpin lebih dari satu project, memiliki wawasan mendalam tentang gambaran besar strategi perusahaan dan tahu di mana menempatkan timnya dalam strategi tersebut. Ia dapat menguraikan dengan jelas bagaimana pekerjaan timnya mendukung keseluruhan strategi perusahaan.

Politik

Ia memahami politik, baik itu politik organisasi dalam level perusahaan maupun industri, komunitas, dan lain-lain. Ia tahu bagaimana menempatkan diri untuk mencapai tujuannya dan bersedia membimbing yang lain. Ia memiliki kemampuan kepemimpinan yang soft, namun tahu kapan dan bagaimana menggunakannya.

Memahami Pengguna

Engineer yang baik akan mengerahkan seluruh waktu dan tenaganya untuk kualitas terbaik bagi pengguna. Ia memahami apa kebutuhan pengguna, dan ketika memasuki industri baru, ia akan menggali potensi kebutuhan tersebut.

Teknologi

Pemrograman atau coding adalah hal terakhir, juga pertama. Meski begitu, bagi 10X engineer, hal ini menjadi poin terakhir. Memang benar, ia harus memahami arsitektur, konsep, tool dan quality assurance, mampu beradaptasi dengan area baru dan bergerak cepat. Namun, teknologi bukan menjadi penentu melainkan fondasi.

 

Berikut beberapa mindset seorang 10X engineer dalam sebuah proses problem-solving:

  • Saya harus memfokuskan energi pada pekerjaan yang mana untuk memaksimalkan kualitas bagi pengguna?
  • Bagaimana saya dapat membuat prioritas untuk menghadirkan kualitas tersebut lebih cepat?
  • Bagaimana saya dapat mengurangi risiko untuk meningkatkan peluang keberhasilan?
  • Bagaimana saya dapat menyelesaikan konflik dengan anggota tim untuk membangun hubungan kerja yang lebih kuat dan menyelesaikan lebih banyak hal?
  • Bagaimana saya meningkatkan komunikasi dengan anggota tim atau divisi lain, atau dengan Tim Sales, supaya rilis produk berjalan lancar?
  • Bagaimana saya memastikan bahwa pengguna mendapatkan atau merasakan kualitas yang saya harapkan ketika produk yang saya kembangkan sudah selesai?

 

Jika Anda tertarik mendapatkan lebih banyak ilmu tentang 10X engineer, jangan lewatkan Tech Talk “Becoming a 10X Engineer” bersama KMKOnline dan Karir.com.

Daftar sekarang:
Becoming a 10X Engineer
Join us, and have fun at work!

 

Baca juga:

Junita: Engineer Perempuan Pertama di Timnya

Lebih dari 600.000 Situs di Dunia Menggunakan Ruby

Ikuti Tech Talk Ruby Koans bersama KMKOnline

Telah Dibuka! Pendaftaran 10X Engineer dan Tech Talk bersama KMKOnline

Posted by:Cindy Nara

Head of Content

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s