Mitos Dunia Kerja Yang Dihadapi Fresh Graduate

mitos dunia kerja

Sadar atau tidak, tentunya setiap pekerja pernah berada di fase menjadi seorang fresh graduate. Tentunya berada di fase ini sangatlah tidak mudah bagi siapapun terutama saat mencari pekerjaan tetap.

Tidak jarang juga kita mendengar banyak mitos mengenai fresh graduate saat melamar pekerjaan yang cukup membuat stress. Apa saja mitos-mitos tersebut?

Perusahaan Lebih Senang Karyawan Berpengalaman

Persaingan dunia kerja yang cukup ketat terkadang membuat seorang fresh graduate harus bersaing dengan pekerja berpengalaman. Sehingga muncul mitos yang menyebut bahwa perusahaan lebih senang dengan pekerja dengan pengalaman.

Hal ini sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena fresh graduate pada dasarnya masih memiliki ‘pasar’ tersendiri. Tidak semua posisi di perusahaan membutuhkan pekerja yang berpengalaman.

Beberapa perusahaan terkadang lebih memilih pekerja fresh graduate karena dianggap bisa lebih luwes dan mampu mengikuti budaya perusahaan. Selain itu fresh graduate dianggap lebih cakap dan terbiasa untuk melakukan yang berkaitan dengan teknologi terbaru.

Jadi, bagi para fresh graduate yang terlalu berkecil hati dalam menanggapi persaingan ini. Kecuali bila memang dari iklan lowongan kerja yang diberikan sudah disyaratkan pengalaman khusus untuk posisi tersebut.

IPK Besar, Karir Mudah

Selama menjalani masa kuliah, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tentunya menjadi indikator belajar yang dibanggakan. Mitosnya adalah jika memiliki IPK tinggi maka nantinya akan mendapatkan karir lebih mudah. Apakah benar seperti itu?

Bila kita lihat kenyataannya, nilai IPK sebenarnya tidak selalu menjamin fresh graduate mendapatkan pekerjaan lebih cepat. IPK hanya satu indikator bagi perusahaan untuk menerima kamu bekerja. Jika IPK kamu tinggi tapi tidak memiliki kompetensi dan karakter yang sesuai, tentunya perusahaan akan enggan menerima untuk bekerja.

Oleh karena itu sebaiknya selama masih menunggu bekerja, tidak ada salahnya untuk tetap mengembangkan diri. Cobalah untuk mengambil kursus atau pelatihan agar kompetensi kamu tetap berkembang. Jika sulit untuk mengambil kursus secara offline, tidak ada salahnya mengambil kursus belajar online seperti Ubelajar.

Gaji Besar Selalu Menyenangkan

Hal ini  memang bukan sebuah mitos, tetapi sebagai fresh graduate kita harus menyadari bahwa bekerja tidak melulu soal gaji. Gaji hanyalah satu komponen saja agar kita termotivasi dan bisa memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam bekerja, ada berbagai faktor lainnya agar kita bisa bahagia dan bisa tetap produktif. Tentunya kamu tidak ingin juga kan digaji tinggi tetapi setiap hari ada saja drama yang harus kamu hadapi di kantor. 

Jadi, ketika kamu mendapatkan kesempatan interview pastikan juga kondisi lingkungan dan budaya kerja. Jika merasa kurang sesuai sebaiknya kamu pikirkan baik-baik sebelum bergabung walaupun gaji tinggi. 

Nah, semoga pembahasan tadi bisa memberikan wawasan yang lebih luas lagi mengenai kondisi dunia kerja yang harus dihadapi para fresh graduate. Jangan lupa untuk selalu cek lowongan kerja terbaru dari karir.com!

Baca Juga : Tiga Tips Menggunakan Sosial Media Bagi Fresh Graduate Agar Dilirik Perusahaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.