Tips Karir

5+ Pilihan Investasi Untuk Pemula dan Karyawan

Pinterest LinkedIn Tumblr

Investasi adalah salah satu kegiatan penanaman dana maupun aset yang umumnya dilakukan untuk mempersiapkan masa depan apabila seseorang telah memperoleh pendapatan tetap melalui pekerjaannya. Banyak pakar keuangan memberikan exposure tentang berbagai pilihan investasi mulai dari reksadana, obligasi, logam mulia, dan sebagainya. Namun, manakah di antara pilihan tersebut yang cocok untuk dipilih sebagai investasi untuk pemula dan karyawan?

Jika dilihat dari sudut pandang karyawan yang hendak memulai investasi untuk pertama kalinya, kerap kali pilihan investasi jatuh kepada investasi yang menguntungkan. Sayangnya, dengan iming-iming keuntungan yang cukup besar, pelaku investasi pemula kerap kali mengesampingkan manajemen risiko yang ada dalam investasi. 

Agar lebih bijak berinvestasi, ada baiknya, Kamu yang ingin memulai investasi, mempertimbangkan berbagai rekomendasi pilihan investasi untuk pemula berikut ini.

Pilihan Investasi Untuk Pemula dan Karyawan

Berikut ini adalah pilihan investasi untuk pemula dan karyawan.

1. Investasi Logam Mulia

Logam Mulia yang dimaksudkan di sini, adalah Logam Mulia berupa emas murni. Untuk mulai terjun di investasi logam mulia, kami menyarankan Kamu untuk membeli logam dalam bentuk batangan karena harganya lebih stabil dan tidak tergerus oleh inflasi. 

Logam Mulia emas berbentuk batangan tersedia dengan berbagai macam ukuran, seperti 1 gr, 5 gr, 10 gr, 20 gr, 50 gr, 100, gr, hingga 1kg. Kamu bisa memulai investasi logam mulia dengan cara membeli Logam Mulia emas batangan secara langsung di toko emas atau membuka rekening untuk tabungan emas.

Read :  Empat Keuntungan Bekerja Di Bidang Sales

2. Investasi Saham

Saham digadang-gadang sebagai investasi yang memiliki keuntungan besar dibandingkan pilihan investasi lain, sehingga cocok dipilih sebagai investasi jangka panjang. Jika memilih investasi saham, Kamu akan melakukan jual-beli lembar saham yang bersifat fluktuatif sesuai kondisi pasar dan perusahaan. 

3. Reksadana

Apa itu reksadana? Umumnya, reksadana adalah pilihan utama investasi untuk karyawan. Pasalnya, reksadana umumnya menawarkan kemudahan bagi para pelakunya dengan adanya manajer investasi. Selain itu, dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi reksadana terbilang cukup terjangkau bagi karyawan dan pemula.

4. Surat Utang Negara

Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berupa pengakuan utang yang diterbitkan oleh negara. Pengembalian utang beserta bunganya kepada para investor, dijamin oleh Negara Indonesia sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati bersama. Investasi ini disarankan karena dinilai memiliki nilai yang stabil.

5. Investasi Dengan Meningkatkan Kemampuan Diri

Dibandingkan dengan pilihan investasi sebelumnya, mungkin saja menurutmu pilihan ini terdengar cukup klise. Eits, jangan remehkan investasi berupa upaya untuk meningkatkan kemampuan diri! 

Banyak pelaku investasi pemula yang terjebak dengan iming-iming investasi yang menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat, namun malah tertimpa buntung karena mereka tidak memperkaya pengetahuan seputar investasi sebelum memulainya. Maka dari itu, apabila Kamu masih ragu untuk menjadi investor pemula, ada baiknya untuk memperkaya pengetahuan seputar investasi terlebih dahulu.

Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan sebelum Memulai Investasi 

1. Berubahnya Suku Bunga

Di Indonesia, Bank Indonesia adalah bank sentral yang mengatur fluktuasi suku bunga. Ketika tingkat suku bunga cenderung menurun, artinya keadaan ekonomi suatu negara sedang membaik. Oleh karena itu, di saat tersebut, banyak investor orang yang mulai berinvestasi karena keadaan tersebut umumnya dibarengi dengan perkiraan imbal hasil yang tinggi pada investasi saham maupun obligasi. 

Read :  Sering Gugup Saat Wawancara Kerja? Begini Cara Mengatasinya

2. Tingkat Risiko dari Suatu Investasi

Berbeda dengan tabungan yang berfungsi untuk menyimpan uang, dalam investasi Kamu akan dihadapkan dengan risiko berupa hilangnya uang yang diinvestasikan. Uang yang diinvestasikan dalam suatu instrumen investasi, bisa saja “hilang” karena adanya fluktuasi suku bunga dan keadaan pasar. Jadi, sebelum memilih instrumen investasi, kenali dulu berbagai macam risikonya.

3. Stabilitas Investasi

Mungkin Kamu cukup familiar dengan ungkapan “high risk, high return” bahkan jauh sebelum memulai investasi. Ungkapan tersebut, ada benarnya mengingat tidak semua investasi bersifat stabil. Berkaitan dengan poin kedua, akan ada risiko yang ditimbulkan dalam suatu instrumen investasi. Nah, risiko tersebutlah yang menyatakan tingkat stabilitas suatu instrumen investasi.

Itulah berbagai rekomendasi pilihan investasi untuk karyawan dan pemula. Semoga dengan artikel ini, Kamu bisa lebih bijak dalam memilih instrumen investasi yang cocok untuk karyawan, dengan berbagai keputusan yang telah matang. Semoga membantu!