Investasi adalah salah satu kegiatan penanaman dana maupun aset yang umumnya dilakukan untuk mempersiapkan masa depan apabila seseorang telah memperoleh pendapatan tetap melalui pekerjaannya. Banyak pakar keuangan memberikan exposure tentang berbagai pilihan investasi mulai dari reksadana, obligasi, logam mulia, dan sebagainya. Namun, manakah di antara pilihan tersebut yang cocok untuk dipilih sebagai investasi untuk pemula dan karyawan?

Jika dilihat dari sudut pandang karyawan yang hendak memulai investasi untuk pertama kalinya, kerap kali pilihan investasi jatuh kepada investasi yang menguntungkan. Sayangnya, dengan iming-iming keuntungan yang cukup besar, pelaku investasi pemula kerap kali mengesampingkan manajemen risiko yang ada dalam investasi. 

Agar lebih bijak berinvestasi, ada baiknya, Kamu yang ingin memulai investasi, mempertimbangkan berbagai rekomendasi pilihan investasi untuk pemula berikut ini.

Pilihan Investasi Untuk Pemula dan Karyawan

Berikut ini adalah pilihan investasi untuk pemula dan karyawan.

1. Investasi Logam Mulia

Logam Mulia yang dimaksudkan di sini, adalah Logam Mulia berupa emas murni. Untuk mulai terjun di investasi logam mulia, kami menyarankan Kamu untuk membeli logam dalam bentuk batangan karena harganya lebih stabil dan tidak tergerus oleh inflasi. 

Logam Mulia emas berbentuk batangan tersedia dengan berbagai macam ukuran, seperti 1 gr, 5 gr, 10 gr, 20 gr, 50 gr, 100, gr, hingga 1kg. Kamu bisa memulai investasi logam mulia dengan cara membeli Logam Mulia emas batangan secara langsung di toko emas atau membuka rekening untuk tabungan emas.

2. Investasi Saham

Saham digadang-gadang sebagai investasi yang memiliki keuntungan besar dibandingkan pilihan investasi lain, sehingga cocok dipilih sebagai investasi jangka panjang. Jika memilih investasi saham, Kamu akan melakukan jual-beli lembar saham yang bersifat fluktuatif sesuai kondisi pasar dan perusahaan. 

3. Reksadana

Apa itu reksadana? Umumnya, reksadana adalah pilihan utama investasi untuk karyawan. Pasalnya, reksadana umumnya menawarkan kemudahan bagi para pelakunya dengan adanya manajer investasi. Selain itu, dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi reksadana terbilang cukup terjangkau bagi karyawan dan pemula.

4. Surat Utang Negara

Surat Utang Negara (SUN) adalah surat berupa pengakuan utang yang diterbitkan oleh negara. Pengembalian utang beserta bunganya kepada para investor, dijamin oleh Negara Indonesia sesuai dengan syarat dan ketentuan yang disepakati bersama. Investasi ini disarankan karena dinilai memiliki nilai yang stabil.

5. Investasi Dengan Meningkatkan Kemampuan Diri

Dibandingkan dengan pilihan investasi sebelumnya, mungkin saja menurutmu pilihan ini terdengar cukup klise. Eits, jangan remehkan investasi berupa upaya untuk meningkatkan kemampuan diri! 

Banyak pelaku investasi pemula yang terjebak dengan iming-iming investasi yang menjanjikan keuntungan dalam waktu singkat, namun malah tertimpa buntung karena mereka tidak memperkaya pengetahuan seputar investasi sebelum memulainya. Maka dari itu, apabila Kamu masih ragu untuk menjadi investor pemula, ada baiknya untuk memperkaya pengetahuan seputar investasi terlebih dahulu.

Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan sebelum Memulai Investasi 

1. Berubahnya Suku Bunga

Di Indonesia, Bank Indonesia adalah bank sentral yang mengatur fluktuasi suku bunga. Ketika tingkat suku bunga cenderung menurun, artinya keadaan ekonomi suatu negara sedang membaik. Oleh karena itu, di saat tersebut, banyak investor orang yang mulai berinvestasi karena keadaan tersebut umumnya dibarengi dengan perkiraan imbal hasil yang tinggi pada investasi saham maupun obligasi. 

2. Tingkat Risiko dari Suatu Investasi

Berbeda dengan tabungan yang berfungsi untuk menyimpan uang, dalam investasi Kamu akan dihadapkan dengan risiko berupa hilangnya uang yang diinvestasikan. Uang yang diinvestasikan dalam suatu instrumen investasi, bisa saja “hilang” karena adanya fluktuasi suku bunga dan keadaan pasar. Jadi, sebelum memilih instrumen investasi, kenali dulu berbagai macam risikonya.

3. Stabilitas Investasi

Mungkin Kamu cukup familiar dengan ungkapan “high risk, high return” bahkan jauh sebelum memulai investasi. Ungkapan tersebut, ada benarnya mengingat tidak semua investasi bersifat stabil. Berkaitan dengan poin kedua, akan ada risiko yang ditimbulkan dalam suatu instrumen investasi. Nah, risiko tersebutlah yang menyatakan tingkat stabilitas suatu instrumen investasi.

Itulah berbagai rekomendasi pilihan investasi untuk karyawan dan pemula. Semoga dengan artikel ini, Kamu bisa lebih bijak dalam memilih instrumen investasi yang cocok untuk karyawan, dengan berbagai keputusan yang telah matang. Semoga membantu!

Artikel ini diterbitkan atas kerjasama antara Kredit Pintar dan Karir.com.

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: