Selama bekerja, perusahaan umumnya membayar karyawan setiap satu bulan sekali. Pembayaran gaji yang dilakukan sebulan sekali bisa membuat penganggaran menjadi lebih mudah atau lebih sulit. Pada fase inilah dibutuhkan kecakapan mengatur dan membelanjakan uang. 

Keterampilan mengatur gaji yang dihasilkan setelah sebulan bekerja memberi manfaat yang baik sepanjang hidup kamu. Atur keuangan dengan cerdas dan bijak sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga dalam jangka panjang. Pengelolaan keuangan yang terarah juga menjauhkan kamu dari gaya hidup boros.Dijamin gaji bulanan kamu nggak cuma numpang lewat deh!

Gunakan 6 cara berikut ini untuk mengatur gaji dengan lebih bijak. Cara-cara ini lebih dari sekedar mengatur gaji bulanan melainkan juga mengajak kamu menciptakan kekayaan untuk masa depan.

  1. Bikin Rencana Gaji Bulanan

Pentingnya budgeting sebagai dasar cash flow agar tetap terkontrol sesuai tujuan. Hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah menghitung total pendapatan bulanan bersih. Maksud bersih adalah hasil setelah membayar pajak, dan hutang. Setelah itu, bagilah total gaji tersebut sesuai budget keuangan pribadi kamu. 

Kalau kamu bingung membaginya, ikuti saja metode yang ditulis dalam buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan. Alokasi gaji tersebut menggunakan metode 50:30:20. Secara detail metode itu menerapkan aturan 50% kebutuhan, 30% keinginan dan 20% tabungan.

Jika kamu ingin menggunakan metode yang lain, ada satu metode yang bisa dicoba yaitu metode 80:20. Metode yang juga dikenal dengan nama prinsip Pareto ini lebih sederhana. Sebanyak 80% dari total pendapatan digunakan untuk kebutuhan hidup. Seperti metode sebelumnya, 20% sisanya digunakan untuk tabungan.

  1. Rencanakan Financial Goals dengan SMART

Rencana tujuan keungan kamu dengan SMART. Metode SMART merupakan singkatan dari Specific, Measurable, Achievable, Realistic, and Time-based. Metode ini berfokus pada tujuan dengan memperhatikan lima aspek tersebut.

Read :  “Mengapa Anda Tertarik Untuk Bekerja Di Perusahaan Kami?”

Dalam mengatur keuangan, kamu harus menentukan tujuan secara spesifik. Kemudian, pikirkan bagaimana kamu mengukur perkembangan tujuan itu. Review kembali apakah tujuan tersebut achievable dan realistic. Terakhir, tentukan tenggat waktu untuk mencapai tujuan tersebut.

  1. Hindari Hutang

Gaya hidup konsumtif menjauhkan kamu dari keuangan yang aman. Sebab keuangan yang sehat punya jumlah maksimal hutang yang tidak lebih dari 30%. Jika kamu punya utang, jangan tunda pembayarannya. Kebiasaan berhutang bisa mengganggu susunan anggaran loh. 

Ada dua tipe utang, yaitu utang konsumtif dan utang produktif. Utang produktif adalah utang yang dilakukan untuk menghasilkan uang. Biasanya dilakukan karena keperluan bisnis atau investasi. Meski pembayaran utang tersebut telah lunas, namun aset dari keperluan tersebut terus menghasilkan uang.

  1. Bayar untuk Kebaikan Pribadi

Alokasikan gaji dengan bijaksana untuk kebaikan diri. Selain kebutuhan bulanan, kamu bisa menggunakan gaji kamu untuk asuransi kesehatan, dan investasi. Menginvestasikan uang mungkin terkesan sulit, sehingga lebih baik menyebutnya ‘pembayaran masa depan’. 

Investasi tidak harus selalu tentang uang. Tubuh yang sehat adalah investasi berharga dalam masa depan. Menjaga kesehatan akan mengurangi pengeluaran yang lebih besar. Misalnya untuk membeli obat, atau perawatan rutin di rumah sakit.

  1. Sisihkan untuk Dana Darurat

Salah satu bagian terpenting dalam mengatur keuangan adalah menyiapkan dana darurat. Dana darurat atau emergency fund tidak sama dengan tabungan. Dana darurat harus dalam bentuk cair, sehingga mudah diambil jika mendesak.

Alih-alih menghabiskan uang untuk gaya hidup konsumtif, alihkan saja keuangan kamu ke rekening dana darurat. Sekian persen dari total pendapatan bulanan harus disisihkan untuk dana darurat. Kamu bisa mengambil porsi 10%  dari alokasi 20% tabungan yang direncanakan.

Read :  Tiga Informasi Kecil Yang Sebaiknya Ada Dalam CV

Adanya dana darurat juga membantu dalam pencegahan menambah utang. Fungsi dana darurat bukan hanya ketika sakit. Sebab dana darurat dialokasikan untuk pengeluaran tak terduga seperti kendaraan yang rusak. 

  1. Punya Passive Income

Jika kamu merasa gaji bulanan kamu belum bisa mencukup kebutuhan masa mendatang. Inilah saatnya mencaripassive income. Saat bekerja, gaji yang diperoleh disebut active income. Sementara itu, passive income pendapatan yang diperoleh meski kamu tidak bekerja.

Penghasilan pasif bisa diperoleh dengan melakukan kegiatan sampingan yang menghasilkan uang. Contohnya, berjualan secara online, affiliate marketing, dan investasi saham, reksa dana, atau emas.

Review keuangan kamu tiap bulannya, supaya kamu bisa lebih cermat mengaturnya. Buang jauh-jauh prinsip hidup boros ya!

Author

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.