Tips Karir

6 Strategi Cerdas Negosiasi Gaji

Pinterest LinkedIn Tumblr

Mendapat tawaran pekerjaan baru bisa menjadi sebuah pencapaian hebat dalam karir. Salah satu siklus menyenangkan sekaligus menegangkan dalam perjalanan karir adalah negosiasi gaji. Permintaan gaji menjadi pertimbangan perusahaan untuk menerima karyawan baru.

Melakukan negosiasi gaji tidak mudah. Tidak semua orang dapat menjadi negosiator yang handal. Negosiasi untuk memperoleh gaji tertinggi membutuhkan pola pikir dalam tawar menawar yang sangat berbeda. 

Lantas, bagaimana cara negosiasi gaji yang baik dan benar? Kamu perlu mempelajari strategi dan taktik dalam negosiasi gaji berikut ini untuk memenangkan gaji yang kamu harapkan.

Hitung dan Sesuaikan dengan Biaya Hidup

Salah satu dasar penetapan upah minimum adalah Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Tiap daerah memiliki angka KHL yang berbeda, sehingga kamu tidak dapat membandingkannya. Gaji karyawan swasta di kota Jakarta tentu berbeda dengan gaji karyawan di kota Solo. Tentu saja, hal ini disebabkan karena biaya hidup di ibukota lebih mahal.

Biaya hidup juga dapat dihitung berdasarkan jumlah tanggungan dan status perkawinan. Kebutuhan hidup karyawan yang sudah menikah akan berbeda dengan karyawan yang masih melajang. Begitu pun dengan karyawan yang hidup bersama orang tua, memiliki kebutuhan yang berbeda dengan karyawan yang tinggal di indekos.

Pertimbangkan gaji sesuai biaya hidup yang layak di tempat di mana perusahaan beroperasi. Jadikan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kota (UMK) sebagai patokan standar gaji terendah.

Lakukan Riset Angka Gaji

Riset angka gaji di posisi, skala, dan jenis industri yang sama. Komparasi gaji dan tanggung jawab yang diemban. Meski memiliki posisi yang sama, belum tentu job description dan kualifikasi pekerjaannya sama.

Bandingkan gaji perusahaan dengan gaji kompetitor. Cari tahu kisaran gaji terendah dan tertingginya. Tetapkan angka gaji yang kompetitif berdasarkan riset yang dilakukan. Penetapan ini tentunya juga memikirkan kemampuan finansial perusahaan. Ketahui struktur dan skala upah perusahaan agar menghindari kesenjangan gaji.

Read :  7 Langkah Menciptakan Makna Pekerjaan

Pertimbangkan Tingkat Keahlianmu

Dalam menentukan gaji kamu harus mempertimbangkan beberapa faktor, mulai dari latar belakang pendidikan, skill, sampai pengalaman. Membiasakan diri mengambil inisiatif untuk mencari tahu keterampilan lain yang paling dibutuhkan. Komparasi kualitas diri melalui keterampilan, pengalaman dan gaji yang ditawarkan. 

Aturan utama dalam negosiasi gaji adalah jangan cepat puas pada tawaran gaji pertama. Keterampilan periferal yang telah kamu kembangkan bertahun-tahun memungkinkan kamu mengajukan penawaran gaji yang lebih besar. 

Selama negosiasi kamu bisa mengandalkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki sebagai tolok ukur tawaran gaji dari perusahaan. 

Tanyakan Budget Perusahaan

Sangat wajar menanyakan standarisasi gaji perusahaan. Catatannya, tidak semua perusahaan mempunyai standard gaji. Mencari tahu standar gaji untuk posisi pekerjaan tidak sulit. Kamu bisa mengetahuinya dengan bertanya pada karyawan atau orang yang pernah bekerja di sana, mengecek di internet melalui website sumber informasi gaji.

Sesudah mengetahui standar gaji, kamu bisa menanyakan benefit yang didapatkan jika kamu menjadi karyawan perusahaan. Benefit dari perusahaan bisa bermacam-macam. Misalnya, asuransi kesehatan, program BPJS Kesehatan/Ketenagakerjaan, dana pensiun, tunjangan, dan upah lembur.

Latihan Negosiasi

Latihan yang efektif membantu kamu menghasilkan kompromi. Sebab tidak semua negosiasi menghasilkan kesepakatan yang sempurna. Oleh karena itu, menegosiasikan gaji yang paling baik memerlukan latihan. 

Berlatih menguraikan setiap poin argumen saat negosiasi. Kamu harus bisa menyajikan value diri kamu secara baik. Gunakan persuasi agar kamu mendapatkan tawaran paling berharga sesuai kualitas diri. Ingat, lebih baik tidak menyebutkan angka gaji terakhir.

Pahami penawaran dan tunjukkan penghargaan kamu kepada perusahaan. Baca informasi tentang gaji dan tunjungan dengan cermat. Buat argumentasi dan keputusan berdasarkan informasi tersebut. Diskusikan hasil riset, tingkat keterampilan, dan keuntungan bagi perusahaan menerima kamu.

Read :  Bos Kamu Galak? Jangan Buru-buru Resign

Hindari Memulai Pembicaraan tentang Gaji

Gaji menjadi pembicaraan yang sensitif. Pembicaraan tentang gaji tidak boleh sembarangan. Membicarakan negosiasi gaji ada ruang dan waktunya tersendiri.

Negosiasi gaji selalu dimulai dengan wawancara. Proses wawancara memiliki dua bagian yaitu penampilan keahlian, dan pembicaraan gaji. Negosiasi gaji biasanya terjadi setelah perekrut membuat penawaran.

Negosiasi gaji perlu pendekatan yang lebih fleksibel. Bicara dan bersikap secara profesional. Hindari penyampaian yang emosional agar negosiasi berjalan sesuai ekspektasi.

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.