Dr. Carol Goman, penulis The Silent Language of Leaders, menuturkan, “Ada dua percakapan dalam sebuah wawancara: verbal dan non-verbal. Jika tubuh ‘berbicara’ tidak selaras dengan kata-kata, orang akan lebih percaya pada sikap tubuh Anda.”

Nah, berikut tips untuk wawancara kerja Anda berikutnya supaya tubuh Anda mengatakan, “Rekrut saya.”

1. Berpose ala Wonderwoman selama 2 menit

Datanglah ke lokasi wawancara lebih awal, lalu pergilah ke toilet. Berposelah seperti Wonderwoman (kaki direntangkan, tangan di pinggang). Dr. Carol mengatakan bahwa hal ini akan meningkatkan hormon testosteron, sehingga membuat Anda merasa percaya diri dan mengurangi level hormon stres kortisol.

2. Baca media cetak, bukan digital

Saat sedang menunggu giliran wawancara, kebanyakan orang mengeluarkan ponsel pintarnya dan membuka media sosial. Sayangnya, menurut Dr. Carol, hal ini akan malahan akan meningkatkan level hormon stres kortisol dan menurunkan hormon testosteron karena Anda akan cenderung duduk dengan posisi membungkuk.

Dr. Carol menyarankan untuk membaca media cetak atau koran, karena Anda akan secara otomatis merentangkan kedua tangan, dan punggung serta leher Anda pun tegak lurus. Pose ini akan mendukung pose “Wonderwoman” Anda dan meningkatkan rasa percaya diri.

3. Berikan senyum simpul yang melebar!

Riset Universitas Glasgow mengatakan bahwa otak manusia hanya membutuhkan waktu 200 milidetik untuk menginterpretasikan ekspresi wajah seseorang dan membuat persepsi. “Jika Anda menunjukkan wajah murung, ragu-ragu atau khawatir saat melangkah masuk ke ruang wawancara, HR yang akan mewawancarai Anda pasti akan mengenali wajah tersebut,” tutur Dr. Carol. “Jadi, sebelum melangkah masuk ruangan, pilih ekspresi wajah Anda,” tambahnya.

Dr. Carol menyarankan untuk memberikan senyum simpul yang melebar saat bertemu dengan pewawancara. “Senyum simpul yang melebar adalah senyum yang paling engaging (interaktif, memiliki daya tarik, mengena) karena menunjukkan bahwa kebahagiaan Anda berasal dari lawan bicara Anda,” kata Dr. Carol.

4. Jabat tangan dengan erat

“Sentuhan adalah isyarat paling primitif namun paling kuat,” kata Dr. Carol. Jabat tangan dengan erat dan tatap mata lawan bicara Anda. Dr. Carol menambahkan, “Berikan tatapan yang tepat dengan kadar yang tepat. Jangan menatap mata HR dengan tatapan menakut-nakuti. Jangan juga buru-buru memalingkan tatapan mata Anda.” Dr. Carol menyarankan agar Anda menjabat tangan dan menatap mata HR beberapa detik yang kira-kira cukup untuk mengenali warna bola matanya.

Jangan lupa untuk menyebutkan kembali nama HR saat berjabat tangan. Dr. Carol mengatakan bahwa satu kata yang paling kita sukai dibanding kata-kata lainnya, yakni nama kita sendiri. “Dengan mengatakan sesuatu seperti ‘Senang bertemu Anda, Ibu Martha’ saat berjabat tangan, Anda telah menghubungkan sentuhan Anda dengan sesuatu yang positif di benak lawan bicara Anda,” kata Dr. Carol.

5. Berbicara “bersama” tangan Anda

Menggerakkan tubuh atau bahasa tubuh ternyata mendukung Anda dalam menyampaikan sesuatu. “Itulah mengapa kita seringkali tetap menggerakkan tangan saat bercakap-cakap melalui telepon,” kata Dr. Carol. Hal ini ternyata menguatkan apa yang ingin Anda sampaikan dan mengurangi filler atau jeda (mmm, apa namanya, itu, dll), terutama saat presentasi.

Namun ingat untuk melakukannya dengan rileks; jika tangan Anda bergerak secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi, Anda akan terlihat tidak dapat mengendalikan diri. Juga hindari sikap tubuh seperti menggosok-gosok atau memutar-mutar cincin, memainkan rambut, menggosok-gosokkan kedua tangan, atau menggaruk-garuk wajah. Sikap-sikap tubuh tersebut menunjukkan bahwa Anda gugup atau gelisah. “Jika Anda sadar sedang melakukan gerakan-gerakan tersebut, segera letakkan kedua tangan di pangkuan untuk mengembalikan fokus Anda,” kata Dr. Carol.

6. Jangan “mengecilkan” diri Anda

“Penelitian di Harvard dan Kolombia menunjukkan bahwa perempuan cenderung duduk dengan posisi ‘mengecilkan dirinya’ — kaki disilangkan atau terlalu rapat, telapak tangan rapat di samping paha. Hal ini malah membuat Anda terlihat ‘kecil,’ bukan percaya diri seperti yang Anda harapkan,” kata Dr. Carol.

“Apa yang Anda lakukan dengan tubuh Anda memengaruhi apa yang Anda rasakan, begitu juga dengan mood Anda yang memengaruhi sikap tubuh Anda,” tambah Dr. Carol. Sebaiknya letakkan lengan Anda di sandaran dan kaki Anda tegap di lantai. Condongkan tubuh ke depan sedikit untuk menunjukkan semangat dan antusiasme.

7. Jadilah cermin

Untuk memberikan impresi kedekatan, Dr. Carol menyarankan untuk meniru gerak tubuh HR yang sedang mewawancarai Anda. Sebagai contoh, jika HR meletakkan kedua tangannya di pangkuannya dan mencondongkan kepalanya ke kanan/kiri, tunggu beberapa detik, lalu tirukan gerakan tersebut. Hal ini akan mengaktifkan “neuron cermin,” sel otak yang menjadi aktif saat kita merasakan empati, yang membuat kita “terhubung.” “Dalam level bawah sadar, hal ini mengirimkan pesan bahwa Anda memiliki semangat atau antusiasme yang sama dengan pewawancara,” tutur Dr. Carol. “Hal ini juga membantu Anda memahami perasaan pewawancara, yang tentunya akan memberi dampak positif pada wawancara,” tambah Dr. Carol.

Sumber: time.com

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: