Dalam sebuah diskusi dengan seorang rekan HR bank multinasional, ia mengeluhkan tantangannya sebagai seorang rekruter. Yang cukup mengejutkan adalah tantangan untuk sekedar mengundang wawancara kandidat posisi junior.

Sebenarnya isu ini sudah cukup lama, namun biasanya keluhan datang dari perusahaan dengan skala lebih kecil. Bagaimana mungkin sebuah bank multinasional juga menghadapi isu yang sama? Bank ini pun berlokasi di salah satu ruas jalan protokol yang terkenal dan mudah dituju karena terdapat halte busway di depannya.

“Berapa persen yang mangkir dari undangan wawancara pertama?” tanya saya penasaran.

“Hanya 30% yang hadir. Sisanya mangkir,” jawabnya singkat.

Angka ini sangat mengejutkan, karena 50% saja tidak hadir sudah tergolong tinggi — meski tentu persentase ini akan berbeda bagi kandidat dengan posisi lebih senior; semakin senior, isu mangkir semakin kecil. Hal ini agak ironis, mengingat jumlah supply kandidat junior di pasar lebih banyak daripada demand. Mengapa sulit mengundang mereka wawancara?

 

70,52% HR: Kandidat Tidak Datang Wawancara

Belum lama ini, Karir.com mengadakan survei pada 441 pelaku HR di Indonesia. Dalam pertanyaan “Kesulitan apa yang paling sering Anda alami dalam proses rekrutmen?” 70,52% HR menjawab bahwa kandidat tidak datang wawancara. Menurut saya, ini sudah menjadi epidemic bagi para pelaku HR.

Alasan yang disampaikan kandidat pun beragam, namun mayoritas adalah terkendala macet dan ijin dari kantor. Tidak dapat dipungkiri, kondisi jalanan Jakarta memang sering membuat frustrasi. Untuk melakukan wawancara pun kandidat harus mengambil cuti satu hari.

Lantas bagaimana menyiasati tantangan ini?

 

ORVI: “Ramah Jaringan,” Kapan Saja, Di Mana Saja

Menjawab keluhan HR akan banyaknya ketidakhadiran calon kandidat saat wawancara, Karir.com baru saja meluncurkan ORVI. ORVI, kepanjangan dari Online Recorded Video Interview, merupakan solusi jitu bagi HR untuk dapat melakukan wawancara dengan kandidat tanpa terkendala jarak, waktu dan ruang.

Tidak seperti aplikasi live video interview yang membutuhkan jaringan internet dengan kecepatan di atas rata-rata di dua sisi pengguna, ORVI dihadirkan “ramah jaringan,” baik bagi perusahaan maupun kandidat di wilayah manapun di Indonesia.

Dengan ORVI, kandidat tidak bertatap muka secara langsung dengan HR, namun merekam jawaban untuk setiap pertanyaan HR. HR pun diuntungkan dengan mampu melakukan review jawaban wawancara kapan saja, di mana saja.

Dengan metode di atas, kedua belah pihak tidak memerlukan jaringan internet tinggi di saat bersamaan. Masing-masing dapat menjawab pertanyaan atau me-review jawaban kapan saja, di mana saja.

Bagaimana HR dapat memulainya? Tentunya dengan menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada calon kandidatnya dan menentukan batasan waktu maksimum untuk menjawab setiap pertanyaan.

Aplikasi ini menjadi bagian aplikasi mobile Karir.com yang dapat diunduh di Google Play dan App Store.

 

Tidak Perlu Lagi Menghabiskan 30 Menit untuk Satu Kandidat

Jika ada pertanyaan mengenai seberapa efektif ORVI bagi kinerja HR, statistik telah membuktikan efektivitasnya dengan jumlah total wawancara mencapai lebih dari 2.000 kandidat.

Sebelum saya jelaskan lebih jauh, saya ingin rekruter mengingat kembali proses wawancaranya dengan kandidat. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat mengidentifikasi bahwa seorang kandidat layak untuk lolos ke babak atau proses seleksi berikutnya? 30 menit? Atau mungkin kurang? Rata-rata rekruter menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit saat proses wawancara untuk bisa mengenali potensi kandidatnya dan memutuskan apakah ia layak melanjutkan ke babak berikutnya. Seorang rekruter senior bahkan menjawab dengan tegas bahwa dirinya hanya membutuhkan waktu 15 menit.

Pertanyaan selanjutnya, berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mengetahui bahwa kandidat yang Anda wawancarai kurang pas atau kurang cocok dan tidak dapat maju ke babak berikutnya? Rata-rata rekruter hanya membutuhkan waktu sepuluh menit—atau bahkan kurang—untuk menilai bahwa kandidatnya bukan orang yang tepat.

Pertanyaan selanjutnya; jika Anda sudah dapat menilai bahwa kandidat Anda bukan calon yang pas, lantas apakah Anda langsung membubarkan proses wawancara tersebut? Tentu saja tidak, bukan? Anda harus menghabiskan waktu paling tidak selama 30 menit bersama kandidat yang Anda sudah tahu pasti tidak akan Anda proses.

 

Satu Kandidat Hanya Perlu Enam Menit

Untuk mengukur efektivitas ORVI, pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak kandidat yang dapat Anda wawancarai dalam satu hari? Mungkinkah Anda memproses 20 kandidat? Mungkin bisa, namun waktu dan energi Anda seharian habis hanya untuk melakukan proses wawancara.

Dengan ORVI, Anda dapat memproses 20 kandidat dalam waktu dua jam. Dengan kata lain, satu kandidat hanya membutuhkan waktu enam menit. Jika kandidat terlihat kurang pas, Anda bisa langsung menuju rekaman video kandidat selanjutnya; sesuatu yang tidak bisa Anda lakukan dalam proses wawancara tradisional.

 

Coca-Cola Amatil Indonesia, Samsung Indonesia, Garuda Indonesia: Klien yang Diuntungkan ORVI

Karir.com telah menggunakan ORVI dalam proses seleksi kandidat-kandidat Coca-Cola Amatil Indonesia, Samsung Indonesia dan Garuda Indonesia. Dari 2.877 kandidat yang diundang mengikuti ORVI, ada sebanyak 2.026 orang yang telah menyelesaikannya, atau dengan kata lain lebih dari 70% kandidat mengikuti proses wawancara terekam secara online ini — persentase yang jauh lebih tinggi dibandingkan persentase kesuksesan proses tradisional.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai ORVI, mohon kirim email Anda ke dino.martin@karir.com

 

Baca juga:

Hanya Enam Menit untuk Satu Kandidat, Hemat Delapan Jam untuk 20 Kandidat!

HR Tak Perlu Lagi Simpan Hard Copy, Kini Ada ERIKA

Memperkenalkan ERIKA

2 CommentsClose Comments

2 Comments

  • achmad idris
    Posted August 16, 2017 at 3:15 pm 0Likes

    Sangat bermanfaat

  • Harpelis Wau
    Posted August 24, 2017 at 10:56 pm 0Likes

    Memberi kemudahan….

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: