Konflik di tempat kerja adalah sebuah hal yang alami dan pasti terjadi di perusahaan atau organisasi manapun. Konflik bisa terjadi mulai dari tahapan pekerja hingga level manajer tingkat atas.

Dalam taraf tertentu, konflik dalam dunia kerja bisa menjadi sebuah nilai positif untuk meningkatkan sikap kompetitif antar divisi. Tetapi, dalam jangka panjang konflik internal bisa menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu kinerja perusahaan. Lalu, bagaimana sebaiknya cara menghadapi konflik internal di dalam perusahaan?

Berkomunikasi Secara Sehat

Komunikasi internal yang kurang baik bisa menjadi sebuah faktor pemicu konflik internal. Tidak jarang masalah konflik internal hanya berasal dari komunikasi yang tidak baik antara satu karyawan dengan karyawan lainnya.

Untuk menghindari hal ini sebisa mungkin untuk membangun komunikasi yang sehat dan jelas jika berkaitan dengan pekerjaan. Buatlah komunikasi tercatat antara kedua belah pihak menggunakan memo atau media lainnya yang bisa diakses oleh kedua belah pihak. Dengan cara ini kedua belah pihak bisa saling mengetahui materi apa saja yang dibahas sehingga mengarah ke bahasan lain yang bisa memperburuk keadaan.

Bekerja Sesuai Tanggung Jawab

Setiap pekerja di perusahaan tentunya memiliki job description dan juga tanggung jawabnya masing-masing. Job description tersebut disusun agar setiap pekerja mampu berkontribusi ke perusahaan sesuai dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing.

Tapi tidak jarang untuk melaksanakan tanggung jawab tersebut kita harus bersinggungan dengan pekerja atau divisi lain di dalam perusahaan. Tidak jarang singgungan ini menjadi awal drama konflik internal yang panjang dan melelahkan.

Agar tidak terjadi konflik yang berlebihan, usahakan untuk selalu bekerja sesuai porsi dari tanggung jawab masing-masing. Jika ada sebuah pekerjaan yang memang harus bersinggungan dengan divisi lain, pasti kita tidak melanggar wewenang yang kita miliki.

Sinergi Manajerial

Sebagai pemangku kebijakan di perusahaan, manajemen tingkat atas juga perlu membuat peraturan untuk mengelola konflik internal. Manajemen bisa membuat  peraturan yang harus dilakukan oleh seluruh pihak yang berkepentingan jika terjadi sebuah konflik.

Peraturan tersebut bisa berupa Memo atau berupa SOP yang mengatur cara penyelesaian konflik berdasarkan kepada wewenangnya masing-masing. Dengan melakukan hal ini diharapkan konflik bisa diselesaikan oleh seluruh pihak tanpa harus mengorbankan waktu dan juga produktivitas setiap pekerja yang terlibat.

Tiga cara diatas memang tidak sepenuhnya bisa mengatasi konflik internal yang terjadi di perusahaan. Karena setiap bagian di perusahaan tentunya memiliki kepentingan masing-masing. Oleh karena itu sebagai pekerja hendaknya kita selalu menjaga komunikasi yang baik dengan berbagai pihak. Setuju kan, Career Seekers?

Baca Juga : Cara Menentukan Gaji Pertama Untuk Fresh Graduate Yang Baru Bekerja

1 CommentClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: