Berkarir dan bekerja secara teknis terkesan sama. Faktanya, kedua hal itu memiliki konsep pola pikir (mindset) yang berbeda. Sangat penting untuk tahu, saat ini kamu memiliki mindset karir atau hanya bekerja.

Tahukah kamu apa perbedaan antara berkarir dan bekerja? Artikel ini akan membantu kamu mengetahui perbedaan tersebut, sekaligus menjawab bagaimana agar kamu dapat beralih dari pekerjaan menuju karir.

1. Definisi Karir dan Kerja

Kerja adalah melakukan tanggung jawab rutin yang bersifat wajib dalam rangka memperoleh uang sesuai harga yang disepakati. Bekerja dilaksanakan penuh waktu atau paruh waktu. Tujuan kerja adalah menciptakan keuntungan bagi majikan dengan menukar tenaga dan waktu untuk upah.

Karir lebih dari sekedar melakukan pekerjaan. Karir adalah upaya mencapai tujuan yang menjadi ambisi dalam jangka panjang. Karir mengacu pada serangkaian pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dalam jangka lama. Bekerja hanya mengambil peran, sementara karir merupakan kombinasi peran, pendidikan, pengalaman, dan jalan yang diambil untuk mencapai tujuan. Gugus akhir dari karir adalah kemajuan gaji dan tanggung jawab.

Orang yang menginginkan karir memikirkan jangka panjang mewujudkan tujuan untuk masa depan. Karir dilakukan secara signifikan untuk sebuah peluang besar. Memulai karir memerlukan waktu yang tidak sebentar.  Karir dimulai dari tingkat rendah yang menghasilkan peluang dan gaji yang lebih besar di kemudian hari.

Untuk menjadi head of content marketing yang sukses, kamu tidak bisa menganggapnya sebagai pekerjaan. Memimpin tim yang berkinerja mencakup seluruh spektrum pendidikan dan pengalaman yang menyertai pekerjaan itu.

Sederhananya jika dunia adalah sebuah video games, kerja berada dalam suatu level secara terus menerus, dan karir berkomitmen memainkan games hingga terus maju ke level yang lebih tinggi.

Read :  Jenis Software Digital Yang Wajib Dimiliki Pekerja Milenial Saat Ini

2. Kunci Perbedaan Karir VS Kerja

  • Persyaratan

Pengembangan profesional dan pertumbuhan komponen pribadi menjadi elemen penting dari perjalanan karir. Karir membutuhkan pendidikan atau pembelajaran khusus untuk mengembangkan kemampuan individual di luar kemampuan pelatihan. Dalam melakukan pekerjaan, persyaratan itu bisa saja tidak dibutuhkan.

Karir memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan nilai yang lebih tinggi. Perubahan nilai tersebut terjadi akibat perubahan atau kemajuan sosial. Lain halnya dengan kerja yang memberi dampak negatif kepada masyarakat karena praktik kontraproduktif berlanjut atas dasar melindundi pekerja.

  • Waktu dan Penghasilan

Karir berjangka panjang, sedangkan kerja selalu berjangka pendek. Adapun penghasilan pekerjaan bergantung permintaan. Penghasilan saat kerja lebih mungkin disebut upah. Karir mendapatkan gaji berdasarkan kebermanfaatan dan nilai bagi masyarakat atau entitas lain.

Prioritas utama dalam berkarir adalah pengalaman. Sehingga seringkali pengalaman disebut sebagai pendidikan kehidupan. Karir memfokuskan hubungan jangka panjang agar melampaui potensi diri. Kerja berfokus dan memprioritaskan gaji. Kompensasi menjadi pertimbangan utama untuk bekerja.

  • Risiko

Karir memiliki risiko yang bersifat internal dan memerlukan perencanaan matang untuk mengambil risiko itu. Sedangkan kerja bersifat aman dari segi pendapatan dan stabilitas pekerjaan. Namun sebuah pekerjaan memiliki risiko yang sepenuhnya eksternal, seperti pergeseran prioritas sumber daya, dan permintaan relokasi. 

Seseorang bisa mengambil beberapa pekerjaan dalam karir. Sebab berganti pekerjaan di bidang yang sama lebih mudah daripada berganti karir. Mencari pekerjaan, lalu melompat dari kerja yang satu ke yang lain menyulitkan berada satu jalur karir. Karir menuntut seseorang menuju step lanjutan dari jalur karir yang sama. Dengan mengganti karir berarti memulai dari level terendah karir baru. 

Bagaimana Mengarahkan Pekerjaan menjadi Karir? 

Setiap pekerjaan memberi pengalaman yang berharga. Dalam satu pekerjaan, kamu akan mempelajari keterampilan baru, serta menemukan minat baru. Semua aktivitas bekerja adalah langkah-langkah dalam jalur karir.Tinjau jalur karir kamu sesering mungkin. Ingatlah dua hal berikut ini!

  1. Tingkatkan Keterampilan
Read :  5 Tips yang Membuat Profil LinkedIn Anda Sempurna

Kamu membutuhkan keterampilan yang selaras untuk mencapai pilihan karir yang ideal. Mengembangkan keterampilan bisa melalui pelatihan formal atau pengalaman kerja magang. Pengalaman magang yang relevan bisa menunjukkan dedikasi dan komitmen kamu terhadap bidang karir tersebut.

  1. Bangun Jaringan 

Di bidang karir yang telah ditentukan, kamu harus membangun jaringan. Relasi yang terjaring membantu kamu mendapat wawasan dalam membuat langkah menuju karir. Para senior sebagai mentor akan membimbingmu untuk mengembangkan karir. 

Author

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.