Gemetaran, telapak tangan berkeringat, lidah kelu, tidak tenang, dan hati terasa deg-degan sering dialami pada saat wawancara kerja. Gejala tersebut menunjukkan kamu sedang gugup. Kenapa bisa gugup saat wawancara kerja? Hal ini disebabkan karena banyaknya pikiran yang menjamur di otak, seperti “apa akan diterima nantinya?” Atau “apa bisa ya jawabnya?.” Kegugupan tersebut bisa diatasi dengan cara berikut ini:

  1. Persiapkan segalanya3765c625-2Sebagian perusahaan di Indonesia sudah mengalihfungsikan resume berupa hardcopy menjadi online, agar dapat lebih efektif dan efisien. Dengan begini, persiapkan resume online kamu menjadi sesuatu yang menarik untuk HRD. Dan pastikan terlebih dahulu kalau apa yang kamu cantumkan di resume adalah benar, benar isinya dan benar-benar memahaminya. Detail lain yang harus dipersiapkan jauh hari sebelum interview yaitu pakaian dan jarak tempuh. Selain itu, persiapkan juga jawaban seputar materi yang akan ditanyakan, tentang perusahaan, jobdesc, skill, maupun ilmu pengetahuan di luar itu semua.
  1. Practice Makes Prepared

pexels-photo-87322Kegugupan seringkali mengacaukan apa yang sudah disiapkan. Sangat penting bagi kita untuk berlatih agar benar-benar merasa siap. Pertama, jangan pernah menghafal jawaban, karena pada saat gugup, kita akan kehilangan semuanya. Kedua, cobalah memahami dengan membuat poin-poin yang akan disampaikan. Ketiga, gunakanlah cermin untuk berlatih, berinteraksi dengan cermin bisa meningkatkan rasa percaya dirimu lho.

  1. Berdoa

pexels-photo-27633.jpgJika segala persiapan dan latihan sudah dilakukan, berdoalah. Karena tiada usaha yang dapat berjalan lancar tanpa adanya doa. Dengan doa, apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, dan dengan doa pula, akan menenangkan hati yang sedang gugup.

  1. Datang 30 menit sebelumnya

Processed with VSCO with 4 presetKarena terkadang datang di waktu yang cepat lebih baik daripada datang di waktu yang tepat. Dengan kamu datang lebih awal, kamu bisa menenangkan pikiranmu sejenak, mengatur nafas, tidak terburu-buru, dan bisa mengatur kesiapan diri dengan membaca ulang materi, serta merapihkan busana yang mungkin sedikit kusut setalah menempuh perjalanan.

  1. Anggap wawancara layaknya sebuah percakapan

pexels-photo-65568.jpegSaat mulai memasuki ruangan wawancara ucapkan salam dan tersenyumlah untuk mencairkan suasana. Anggap saja, HRD adalah teman baikmu, atau orang yang ketika kamu bersamanya kamu akan merasa tenang. Dan anggaplah percakapan yang kamu lakukan dengan HRD merupakan langkah awal untuk saling mengenal lebih jauh, serta melihat apakah kamu cocok bekerja sama dengannya.

  1. Berpikiran positif dan percaya diri

StockSnap_GW9M6AAKG6.jpgSelain rasa gugup, pikiran negatif dan tidak percaya diri juga bisa menyebabkan gagalnya sebuah interview. Dengan berpikiran positif, kamu bisa mengurangi rasa takut. Terapi yang bisa kamu coba misalnya, “Wah saya dipanggil interview, tandanya saya mempunyai kesempatan untuk diterima”. Dan jawablah segala pertanyaan dengan percaya diri, karena dengan menunjukkan kepercayaan diri, biasanya HRD akan antusias untuk tahu kamu lebih jauh. Jadi, kemungkinan diterima akan jauh lebih besar.

  1. Fokus pada kekuatan dan tujuan

wawa.jpegFokus pada kekuatan dan kemampuan yang kamu miliki, dan jangan ragu-ragu dalam menjawab. Serta ingat kembali tujuan kamu ke depan ingin apa, ingin pekerjaan seperti apa, dan untuk siapa kamu bekerja.

Jadi, sudah nggak merasa gugup lagi kan?

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: