Tips Karir

Hal yang Tidak Disukai Recruiter Saat Interview

Pinterest LinkedIn Tumblr

Sudah mendapat panggilan interview namun binggung apa saja yang tidak boleh dilakukan saat wawancara?

Berikut adalah hal hal yang tidak disukai recruiter saat interview dan bisa sangat mempengaruhi hasil proses penyaringan kandidat. Gunakan tips dibawah ini agar kamu bisa lolos ke tahap berikutnya!

Tahap wawancara adalah tahap di mana kandidat menguraikan kualifikasi diri, keterampilan, dan pengalaman yang relevan dengan posisi yang dilamar. 

Kesempatan ini menjadi momen berharga untuk ‘menjual diri’ kepada perusahaan melalui recruiter. Sayangnya belum tentu semua orang tahu bagaimana menampilkan yang terbaik ketika interview. Para kandidat seringkali membuat kesalahan tanpa disadari. 

Nah, untuk memaksimalkan hasil interview ketahuilah apa saja hal yang tidak disukai recruiter.

Dengan mengetahui beberapa kesalahan yang tidak disukai recruiter saat interview, kamu dapat menjaga etiket dan menghindari hal tersebut untuk mempertahankan kesan positif. 

1.Penampilan

Pakaian saat interview menjadi hal pertama yang diperhatikan recruiter. Kesan pertama pada pakaian mempengaruhi kelancaran proses interview. Pasalnya, penampilan dipercayai menunjukkan kualitas pelamar kerja.

Pada umumnya pakaian saat interview bersifat formal. Kemeja polos, celana bahan hitam, dan blazer atau jas menjadi item fashion yang mampu memberikan kesan profesional. Sepatu yang menutup seluruh kaki menjadi pelengkap penampilan interview.

Jenis sepatu yang bisa dipilih seperti pantofel, atau heels untuk wanita. Selain pilihan busana, warna busana juga perlu diperhatikan.

Hindarilah mengenakan busana dengan warna yang terlalu menantang dan jauh dari kesan formal, seperti merah dan oranye. Pekerja di bidang kreatif seperti copywriter, bisa memakai warna-warna cerah. Misalnya kuning, atau ungu. 

Read :  Pikirkan Hal Ini Sebelum Kamu Terima Tawaran Kerja!

2. Tidak Riset Profil Perusahaan

Pelamar kerja yang siap selalu melakukan riset tentang perusahaan terlebih dahulu. Recruiter menyukai pelamar kerja yang mengenali perusahaan dan posisi yang dilamar dengan baik.

Selain dua hal tersebut, hal lain yang harus diriset sebelum wawancara adalah produk dan klien perusahaan, recruiter, dan pertanyaan-pertanyaan wawancara.

Dengan melakukan riset, pelamar kerja akan terbantu untuk menjelaskan bagaimana pengalaman dan skill yang dimiliki dapat memberi kontribusi di perusahaan.

Membekali diri dengan profil perusahaan juga memberi kesan antusiasme pada pelamar, sehingga mematahkan asumsi bahwa pelamar adalah orang yang bekerja sedapatnya. 

3.Datang Terlambat

Kehadiran di ruang interview baik online maupun offline menjadi poin penilaian penting seorang HRD. Sebagian perusahaan memberi batas keterlambatan maksimal, dan sebagian yang lain tidak memberi toleransi keterlambatan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk hadir tepat waktu. Pelamar kerja yang menghadiri interview tepat waktu menunjukkan kesiapan diri yang matang.

Sedangkan pelamar yang datang terlambat interview menunjukkan kesan buruk tentang diri mereka. Pelamar akan meninggalkan kesan diri yang tergesa-gesa saat bekerja dan punya masalah pada manajemen waktu. 

4. Bahasa Tubuh

Pada saat melakukan interview, jagalah bahasa tubuh kamu. Recruiter tidak hanya menilai jawaban kamu saat interview, tetapi juga gerak tubuh dan cara kamu menyampaikan jawaban tersebut. Pastikan kamu duduk dengan tegap, tidak membungkuk, dan sedikit tersenyum. 

Bahasa tubuh yang paling utama harus diperhatikan saat interview adalah kontak mata. Menghindari kontak mata menjadi satu bahasa tubuh yang tidak disukai recruiter.

Menjaga kontak mata secara teratur menunjukkan bahwa kamu terlibat dalam percakapan dan menghargai recruiter.Bukan hanya mata, beberapa kesalahan bahasa tubuh yang tidak disukai recruiter antara lain, menopang dagu, melipat tangan, dan ekspresi wajah negatif seperti cemberut.

Read :  Dapatkan Pekerjaan melalui Job Fair, Ini Tipsnya!

Sebelum memasuki ruang interview, luangkan waktu untuk tersenyum tanpa berlebih-lebihan. 

5.Jawaban saat Interview

Jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam interview akan didengarkan secara seksama oleh recruiter.

Recruiter tidak menyukai jawaban pelamar kerja yang bertele-tele, terlalu berlebihan menceritakan hal yang tidak penting, dan mengiba. Sebab itu, jangan sembarangan memberi jawaban. 

Perhatikan pemilihan diksi saat memberi jawaban. Jangan mengucapkan tuturan yang bersifat semu.

Misalnya, saya mau melakukan apa saja, saya menyukai tantangan dan termotivasi untuk perubahan. Pilihan frasa saya benci untuk menggambarkan pengalaman sebelumnya juga perlu dihindari. 

6. Kurang Fokus Saat Interview

Salah satu hal yang juga tidak disukai recruiter saat interview adalah mengulang pertanyaan. Pengulangan pertanyaan bisa terjadi karena pelamar kerja memiliki koneksi internet yang buruk, atau tidak fokus saat interview. Saat interview berlangsung, pastikan kamu responsif dan berkonsentrasi penuh.

7. Tidak Inisiatif Bertanya

Sesi tanya jawab memang dikendalikan oleh recruiter, namun ada saatnya recruiter memberi kesempatan kepada pelamar kerja untuk bertanya. Sesi bertanya ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Recruiter tidak menyukai kandidat yang tidak aktif dalam percakapan karena mengesankan kandidat tersebut tidak tertarik dengan penawaran pekerjaan. 

8. Menanyakan Gaji

Hal terakhir yang tidak disukai recruiter saat interview adalah kandidat yang langsung menanyakan gaji.

Sebagian perusahaan ada yang tidak mencantumkan gaji yang ditawarkan di info lowongan pekerjaan, namun bukan berarti kandidat pantas menanyakannya saat sesi interview. Pembicaraan tentang gaji memiliki sesinya sendiri. Jadi, jangan mulai menanyakan gaji di awal interview ya! 

Hai! Saya Masriah Hasan, seorang yang bersemangat menerbitkan konten berdasarkan riset tentang karir, bisnis, pendidikan, dan lain-lain.