Download: [PRESS RELEASE] Hampir 60% Pencari Kerja Saat Ini Adalah Generasi “Mbeling”

Hampir 60% Pencari Kerja Saat Ini Generasi “Mbeling”

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Semarang, 1 Oktober 2015

Hampir 60% Pencari Kerja Saat Ini Adalah Generasi “Mbeling”
Temuan Database Karir.com Expo Semarang 30 September – 1 Oktober 2015

Sebanyak 3.800 pencari karir padati Karir.com Expo Semarang di Graha Amarthapura Museum Ronggowarsito 30 September – 1 Oktober 2015, dan dari hasil temuan database portal karir pertama Indonesia Karir.com, 57,39% di antaranya berasal dari Generasi Milenial (Generasi Y) atau yang kerap dilabeli generasi “mbeling,” yakni sebanyak 2.181.

Banyak dari Generasi X (lahir antara tahun 1965-1980) kini menjadi pemimpin perusahaan, sementara yang dipimpin adalah Generasi Y (lahir 1981-1994) yang sering dianggap “bandel” oleh generasi sebelumnya. “Dari hasil diskusi bersama ratusan Profesional HR yang berawal dari kegelisahan bagaimana menghadapi Generasi Y, friksi atau gesekan antara Generasi X dan Y ternyata lebih nyata dari yang saya bayangkan,” tutur CEO Karir.com Dino Martin.

Dino melontarkan pertanyaan reflektif, “Siapkah perusahaan, terutama Departemen HR, menghadapi Generasi Y sebagai calon karyawan? Siap tidak siap, kenyataannya saat ini generasi inilah yang memenuhi bursa kandidat. Terlebih lagi, banyak perusahaan yang memiliki target pasar kelompok generasi ini.”

“Pertanyaan terberatnya, ‘Bagaimana mendisiplinkan Generasi Y?’ Kalau melihat karakteristik mereka, saya sebagai keturunan Jawa ingin melabeli mereka sebagai generasi ‘mbeling,’” tambah Dino.

Menurut Dino, Generasi Y memiliki karakteristik di antaranya: kurang formal jika dibandingkan Generasi X, menuntut fleksibilitas bekerja, mempertanyakan semua keputusan, sangat kritis, lebih canggih menghadapi teknologi dibanding generasi sebelumnya, banyak dipengaruhi kultur musik dan pop, dan sadar fesyen.

“Saya sendiri adalah Generasi X yang mengenal Catatan Si Boy dengan BMW seri 3-nya, menggemari Bon Jovi, pernah merasakan ketegangan antara Amerika dan Rusia, tahu bahwa dulu sempat ada Jerman Barat dan Jerman Timur, dan lain-lain. Generasi X adalah pemikir-pemikir independen yang tidak menyukai segala bentuk otoritas – generasi yang menggulingkan Orde Baru,” aku Dino.

Dalam sesi diskusi yang sama, Vice President of Corporate Services Indika Group PT Net Media Televisi Hery Kustanto memberi bocoran tentang karakteristik Generasi Y yang menjadi populasi dominan (lebih dari 70%) NET. TV. Generasi Y melek teknologi (tech savvy), berambisi tinggi atau ingin karirnya cepat melejit, haus perhatian (attention-craving), memilih ruang privasi tidak bersekat, membuat pencitraan yang kadang tidak menggambarkan dirinya yang sebenarnya, mampu melakukan multitasking dan berpikiran luas, pintar mencari uang meski tidak bekerja kantoran, tidak stabil dalam hal loyalitas, tidak menyukai birokrasi yang rumit dan merupakan generasi “work hard, party hard.”

Dino menambahkan, “Dalam diskusi tersebut, kami juga sepakat bahwa Generasi Y adalah generasi yang kritis, mempertanyakan semua hal setiap saat dan berani men-challenge atasan dalam keputusan apapun.”

“Memahami karakteristik Generasi Y akan sangat membantu perusahaan menghadapi mereka. Masalah kedisiplinan menjadi isu yang paling sering dilontarkan. Hebatnya, NET. TV berhasil menerapkan disiplin tinggi pada awak Milenialnya, padahal di satu sisi mereka dituntut untuk bisa atau menjadi pribadi yang super kreatif,” kata Dino. Hery menjelaskan bahwa ternyata disiplin dan kreatif bisa digabungkan.

Dino menjelaskan bahwa perubahan karakteristik dari generasi ke generasi, sejak Generasi Baby Boomers (1946-1964) dan Generasi X, menuntut peran Departemen HR yang berubah pula. Dari perannya sebagai Personnel Department yang hanya menangani gaji dan benefit, berubah menjadi Strategic HR dan Talent Management. Kini HRD dituntut menjadi Talent Management yang mengurusi manajemen kompetensi dan performa, juga rencana suksesi.

Menghadapi Baby Boomers, HRD hanya berfokus pada Business Function, kemudian berubah menjadi Business Partner dalam menghadapi Generasi X, kini berfokus pada Business Integration dalam menghadapi Generasi Y, dan tentunya dituntut bertransformasi lagi saat nanti menghadapi Generasi Z (lahir 1995 dan setelahnya) yang lebih matang dan kritis (un.org, karir.com).

“Menilik kiat NET. TV, beberapa hal yang bisa dipraktekkan perusahaan dalam menghadapi Generasi Y: menghadirkan suasana kerja yang nyaman, melibatkan CEO sebagai sosok inspiratif, memberi update perusahaan secara berkala, selalu menggunakan pendekatan kreatif dan menerapkan performance review yang tidak kaku,” kata Dino.

Karir.com, dengan 1,3 juta qualified resume dalam database-nya memiliki 10.000 kandidat Generasi Z. Mempersiapkan diri menjawab tantangan karakteristik Generasi Z, Karir.com memperkenalkan program MT Academy (karir.com/mtacademy) sedari sekarang. “Program ini merupakan metode paling efisien bagi perusahaan dalam menghemat waktu, daya dan biaya,” jelas Dino.

Temuan lain dalam database Karir.com saat Karir.com Expo Semarang yakni 38,70% atau 1.471 pencari karir sudah memiliki pengalaman bekerja, sedangkan 46,65% atau 1.773 adalah lulusan baru. Perbandingan pencari karir perempuan dan laki-laki hampir 50:50, industri yang paling diminati adalah Perdagangan Umum (18%), Keuangan/Bank (14%) dan Manufaktur (12%), sedangkan job function yang paling diminati adalah Administrasi (33%) dan Akuntansi/Keuangan (16%).

Beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam Karir.com Expo Semarang yakni Frisian Flag Indonesia, Pennyu Group, Konimex, Sentra Boga Handal, Orang Tua Group, Otto Pharmaceutical Industries, Bank BTPN, Nusantara Surya Sakti, Bank BNP, Malindo Feedmill, Phapros Tbk, Indah Kiat Pulp & Paper, Oto Group dan Audianet Sentra Data.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014, Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio media online Emtek Group: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com akhir 2014, Dino mengubah perusahaan ini menjadi solusi rekrutmen total untuk pasar Indonesia, dengan pengalaman lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya menjabat Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal dan Brand Manager Ericsson.

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi (Chief Marketing Officer)
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: