508E960C84s-800x533

Saat bekerja di L’Oreal, saya dan bos saya, Philip Giles, pernah mengerjai anak MT baru yang bertanya, “Saya pakai baju apa nanti hari pertama kerja?” Kami pun iseng menjawab, “Bebas kok. Boleh pakai celana pendek juga.” Dan benar saja, anak itu memakai kemeja, jas, dasi dan….. celana pendek!” Cerita anak baru ini bisa saja berbeda kalau dia melakukan riset terlebih dahulu.

Saltum atau salah kostum bagi sebagian besar orang memang menjadi momok karena dianggap memalukan. Seperti saat awal masuk sekolah atau kuliah, bergabung dengan perusahaan baru pun kita akan bertemu dengan berbagai macam karakter; ada si iseng, si pelawak, si populer, si kaya, si pendiam, si pemarah, dan lain-lain. Tanpa riset dan adaptasi, salah-salah kita bisa jadi sasaran si iseng, jadi bahan olok-olok si pelawak atau si kaya, atau jadi bahan pelampiasan emosi si pemarah.

Sepanjang hampir 20 tahun menjadi profesional, saya telah bergabung dengan beberapa perusahaan berbeda, di antaranya Bank Universal (Astra), Asuransi Astra Buana, British American Tobacco, Ericsson Indonesia, L’Oreal Indonesia dan BMW Indonesia. Di manapun saya berkarier, adaptasi selalu dibutuhkan saat masuk ke lingkungan baru.

Berikut beberapa tips yang semoga bermanfaat saat Anda bergabung dengan perusahaan baru:

  1. Lakukan riset singkat
    Cari tahu kultur yang sudah terbangun di perusahaan tempat Anda akan berkarier nanti. Tentu saja di era internet ini, semakin mudah mencari tahu segala hal. Sebagai contoh, L’Oreal misalnya, adalah sebuah beauty company asal Paris. Tentu saja perusahaan berharap karyawannya tampil rapi, kalau bisa fashionable. Dengan melakukan riset terlebih dahulu, kita akan terhindar dari insiden saltum seperti yang dialami anak MT (Management Trainee) tadi. Di L’Oreal pun suasananya ramai, cenderung hiruk-pikuk. Kalau memanggil atasan cukup panggil nama saja, tidak perlu menggunakan kata ‘pak,’ ‘bu,’ ‘mister,’ atau ‘madam.’Berbeda dengan L’Oreal, di kantor BMW yang merupakan perusahaan asal Jerman, suasananya hening sekali, cenderung serius. Memanggil atasan pun harus dengan salutasi. Saat menjabat sebagai Head of Marketing sekitar tahun 2003, saya pernah ditegur direktur saya saat salah seorang anak buah saya meminta tanda tangan, “Din, saya butuh tanda tangan.” Saya memang meminta mereka memanggil saya dengan nama saja. Mendengar itu, direktur saya menegur saya, “Did she just call you ‘Din,’ just by your name? Please don’t! Please ask her and all your team to call you ‘Pak.'” Jadi, sangat penting untuk mengetahui kultur perusahaan sebelum masuk hari pertama.
  2. Selalu senyum dan hargai semua orang
    Namanya juga anak baru, harus rajin senyum supaya cepat dan mudah diterima. Jika ada yang tidak membalas senyuman, tetaplah tersenyum. Hargai semua orang tanpa melihat jabatannya, termasuk OB. Sewaktu di Ericsson, presiden direktur saya waktu itu sampai-sampai hafal semua nama OB dan anak-anaknya.
  3. Ulangi nama orang yang dikenalkan pada Anda
    Sebagai anak baru, lumrah kalau hari pertama dikenalkan ke banyak orang. Dan biasanya setelah hari berlalu atau beberapa menit kemudian, Anda sudah lupa nama-nama rekan kerja Anda yang baru. Biasakan diri mengulang nama orang yang dikenalkan kepada Anda. Misal HR mengenalkan, “Dino, kenalkan ini Herlina dari bagian Aftersales.” Saya biasanya menimpali, “Halo, Ibu Herlina. Nice to meet you. Ibu dari bagian Aftersales ya?” Memang bukan jaminan sih, tapi cukup membantu.
  4. Hindari bercerita tentang hal negatif
    Jangan sampai di hari pertama Anda masuk kantor, sudah banyak bicara atau bercerita tentang hal negatif, misal tentang perusahaan Anda sebelumnya. Seburuk apapun pengalaman Anda di perusahaan tersebut, bagaimanapun juga itu adalah perusahaan yang menafkahi Anda sebelumnya. Jika ingin curhat, sampaikan pada orang terdekat atau orang yang Anda percaya. Tentu saja orang ini tidak akan mungkin Anda temui di hari pertama kerja, bukan?
  5. Jangan mengeluh, dan selalu berikan 110%
    Adaptasi selalu membutuhkan waktu. Jika proses adaptasi ini membuat Anda menggunakan waktu lebih dalam pekerjaan Anda, jalani saja, jangan mengeluh. Lakukan segala hal dengan maksimal dan sepenuh hati, kalau bisa berikan lebih dari yang diharapkan atasan atau rekan Anda.
  6. Ikuti acara sosial setelah jam kantor
    Sebagai anak baru yang masih butuh adaptasi dan teman baru, jika ada yang mengajak Anda nongkrong di kafe setelah jam kantor, ikuti saja. Kalau Anda bukan tipe yang gemar nongkrong (atau mungkin clubbing), ikuti saja tiga sampai empat kali hanya untuk sekedar bersosialisasi. Setelah itu mungkin Anda bisa menyampaikan, “Maaf, saya sebenarnya lebih suka nonton film ketimbang nongkrong.”

Semoga tips di atas bisa membantu. Jangan sampai saltum, ya…

Untuk tahu apakah gaji Anda sudah sesuai dengan standar gaji yang berlaku di pasaran, dengan melihat industri, posisi dan lamanya Anda berkarir, cek gaji Anda di sini dengan fitur terbaru Salary Benchmark persembahan Karir.com.

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: