img-beda-bekerja-berkarir-1620x1074

Menjadi kontributor Majalah HAI terbitan Gramedia awal tahun 90-an, berbekal keterampilan memotret, kamera Nikon F-90 dan kemampuan menulis pas-pasan, mempertemukan saya dengan seorang redaktur nyentrik yang akhirnya mengenalkan saya pada dunia jurnalistik. Beliau adalah mentor pertama saya yang menghantar saya menjadi seorang penulis lepas muda untuk area Yogyakarta dan sekitarnya.

Waktu itu, per tulisan saya dihargai Rp 150.000, belum termasuk foto. Oleh sebab itu, foto harus bagus supaya dipilih oleh editor dan bisa diklaim. Dari hasil menulis itu saya bisa membeli sebuah motor butut yang bisa saya kendarai ke kampus. Meski begitu, saya tahu bahwa pekerjaan ini sifatnya hanya sambilan. Seperti kebanyakan mahasiswa Ekonomi, saya ingin sekali berkarir di dunia Perbankan.

Anda Sedang Bekerja atau Berkarir?

Dari cerita singkat di atas, pasti Anda sudah dapat memahami perbedaan pekerjaan dan karir.

Secara sederhana, perbedaan keduanya terletak pada jangka waktu pencapaiannya: long-term atau short-term goal. Kalau pekerjaan yang sedang Anda geluti saat ini memiliki long-term goal, dan Anda percaya akan tujuan jangka panjang tersebut, maka bisa dikatakan bahwa saat ini Anda sedang berkarir.

Tapi jika tidak, bisa dikatakan bahwa Anda hanya bekerja, hanya mencari uang untuk membeli atau membayar cicilan kendaraan bermotor atau rumah.

Salahkah Kalau Hanya Bekerja?

Jawabannya: TIDAK.

Belum lama, seorang rekan yang sudah di level direktur di sebuah perusahaan bona fide tiba-tiba memutuskan pindah ke perusahaan lain yang cukup kejam terhadap karyawan. Ketika saya tanya mengapa mengambil kesempatan itu, ia pun menunjukkan surat penawaran yang ia terima dari perusahaan tersebut.

Melihat angka gaji yang ditawarkan, saya hanya bisa membelalak dan terpana. Gaji yang ia terima di perusahaan sebelumnya sudah tergolong tinggi, dan di perusahaan baru ia ditawari lebih dari dua kali lipatnya.

“Yah, saya kerja sajalah di sana. Kalau stres, tinggal liat slip gaji buat pengingat,” katanya.

Kesimpulannya, bekerja (ketimbang berkarir) pun juga dilakukan oleh para profesional level senior.

Lalu Mana yang Harus Anda Pilih?

Jawaban idealnya tentunya berkarir, karena sifatnya jangka panjang dan lebih menjanjikan. Namun sayangnya, tidak semua orang memiliki pilihan ini, atau mungkin tidak sadar kalau sedang berkarir.

Belum lama, bekerja sama dengan liputan6.com, Karir.com melakukan survei dan menemukan insights yang menarik. Dari 6.530 responden, ternyata hanya 21% yang merasa belum menemukan karir yang tepat.

Bagaimana dengan Anda? Kalau Anda tidak memiliki pandangan jangka panjangnya, berarti Anda sedang bekerja. Kalau Anda bisa membayangkannya, berarti Anda sedang berkarir. Umumnya, berkarier akan membuat Anda lebih kerasan dan menikmati pekerjaan. Seperti kata Confucius:

“Carilah pekerjaan yang Anda cintai, dan Anda tidak akan pernah bekerja seumur hidup.”

Kalau dari saya, tidak seberat Confucius, tapi cukup, “Berhentilah mencari kerja, mulailah merintis karir.”

Untuk tahu apakah gaji Anda sudah sesuai dengan standar gaji yang berlaku di pasaran, dengan melihat industri, posisi dan lamanya Anda berkarir, cek gaji Anda di sini dengan fitur terbaru Salary Benchmark persembahan Karir.com.

3 CommentsClose Comments

3 Comments

  • mirzazzurri
    Posted September 7, 2015 at 6:03 am 0Likes

    Masih bngung letak dmn saya harus berkarir sdkn saya bekerja harian lepas

  • Apid Dahridin
    Posted September 22, 2015 at 11:53 am 0Likes

    Saya masih bingung dengan pengertian, bekerja dan ber-‘karir’. Berkarir itu sama dengan menggeluti sebuah hobi kan? Atau sama dengan berbisnis atau ber wiraswasta? Tolong dijawab yaa. Website ini sangat membantu:)

  • angga
    Posted February 3, 2016 at 7:53 pm 0Likes

    apa pengertiannya ? bekrja dan berkarier ?

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: