Wawancara kerja pertama untuk fresh graduate akan terasa mendebarkan. Tahap seleksi kerja ini seperti sebuah ujian hidup. Meski sudah mempelajari cara menghadapi pewawancara, berlatih cara menjawabnya, dan mengumpulkan rasa percaya diri, tetapi kita tidak pernah tahu pertanyaan yang akan benar-benar keluar.

Sementara itu, pewawancara sudah menyiapkan daftar pertanyaan khusus yang disesuaikan untuk kandidat fresh graduate. Berikut kisi-kisinya.

Pertanyaan Seputar Kampus

Pewawancara sudah memegang CV dan mengetahui tempat kuliah serta bidang ilmu yang diketahui. Tapi, mereka akan berusaha menggali lebih dalam tentang alasan Anda memilih kampus hingga jurusan. Untuk pertanyaan tentang pilihan kampus, pewawancara ingin mengetahui cara Anda mengambil keputusan besar yang bijak dalam hidup. Sementara pada pertanyaan jurusan, Anda mesti bisa menunjukkan bahwa ilmu dan keahlian yang dipelajari di kampus yang terkait dengan pekerjaan.

Selain itu, pewawancara mungkin juga melontarkan pertanyaan lain seputar kehidupan perkuliahan. Misalnya, pertanyaan terkait pengalaman kepemimpinan di kampus, pendapat tentang kerja kelompok di sekolah, hingga ekstrakurikuler yang diikuti. Berdasarkan pertanyaan tersebut, pewawancara bisa mendapat gambaran tentang soft skill dari fresh graduate yang belum punya pengalaman kerja.

Pertanyaan tentang Pengalaman Kerja

Kebanyakan fresh graduate belum punya pengalaman kerja sebenarnya. Tetapi, paling tidak, Anda pernah mengikuti program magang atau kuliah kerja nyata untuk memenuhi syarat kelulusan. Atau, sebagian orang juga ada yang punya pengalaman sebagai asisten dosen di kampus. Jadi, ketika sampai pada pertanyaan tentang pengalaman kerja, Anda bisa mengingat, dan menceritakan tentang masa tersebut.

Pewawancara akan menggali lebih dalam tentang pengalaman tersebut. Mereka akan bertanya tentang pencapaian selama masa magang, masalah yang dihadapi selama bekerja, hingga bagaimana seseorang belajar dari kesalahannya.

Pertanyaan tentang Pribadi

Hampir semua pewawancara akan melontarkan pertanyaan umum seperti, “Apa kelebihan dan kekurangan Anda?” Pada titik ini, mereka mencoba menyelami pribadi kandidat karyawan yang melamar di perusahaan. Pertanyaan semacam ini berlaku untuk fresh graduate atau pelamar kerja yang sudah berpengalaman. Tetapi, seorang pewawancara kreatif akan menambahkan pertanyaan seperti ini pada fresh graduate: “Bagaimana Anda di mata teman dan dosen pembimbing?”

Lebih jauh, pewawancara juga akan bertanya mengenai hal-hal yang memotivasi Anda, sampai cara menghadapi tekanan. Pada bagian penutup tema pertanyaan tentang pribadi, pewawancara juga akan memancing Anda dengan pertanyaan, “Mengapa kami harus mempekerjakan Anda?” Untuk merespon pertanyaan ini, Anda harus fokus pada kekuatan, kelebihan personal, dan kejujuran.

Pertanyaan tentang Masa Depan

Pertanyaan tentang masa depan akan diekspresikan dengan kalimat, “Apa yang Anda lihat pada diri sendiri dalam lima (atau sepuluh) tahun ke depan?” Pertanyaan ini cukup sulit bagi sebagian orang, apalagi fresh graduate. Alasannya, sebagian kandidat karyawan yang baru lulus kerja belum bisa membayangkan jenjang karir lebih jauh dan tantangan serta rintangan yang menghadang. Sampai di titik ini, ia hanya berpikir soal mendapat kerja secepatnya, atau bahkan pekerjaan pertama sebagai batu loncatan.

Dari sudut pandang pewawancara, pertanyaan ini bisa menyiratkan seberapa lama kandidat bisa bertahan di perusahaan. Pada akhirnya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mempekerjakan seseorang. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam menjawab. Caranya, Anda harus melakukan riset tentang jenjang karir hingga tujuan perusahaan, kemudian menyesuaikan jawaban dengan hal tersebut.

Pertanyaan tentang Perusahaan dan Pekerjaan

Jelas, pertanyaan ini harus dijawab dengan pengetahuan yang mumpuni. Sebagai fresh graduate, Anda perlu melakukan riset mendalam tentang perusahaan, sehingga bisa menjawab pertanyaan seperti, “Apa yang Anda tahu tentang perusahaan ini?” Jika Anda dianggap paham tentang perusahaan dan bagaimana bisnis berjalan, maka pewawancara bisa juga mengembangkan ke pertanyaan, “Kontribusi apa yang bisa Anda berikan untuk kemajuan perusahaan?”

Selain itu, Anda juga akan ditanya tentang hal-hal terkait pekerjaan, seperti, “Apakah Anda bersedia jika sering diminta untuk melakukan perjalanan (terkait pekerjaan)?” Selain itu, pewawancara juga akan mencari tahu lagi tentang pribadi, dan mencoba menilai kecocokan antara kandidat dan budaya kerja perusahaan.

Dengan bermodalkan kisi-kisi pertanyaan di atas, Anda bisa mempersiapkan menghadapi wawancara kerja dengan lebih matang. Hal ini akan membuat Anda lebih percaya diri menghadapi pewawancara.

Jangan lupa untuk datang ke acara Qareer Carnival 2019 Jakarta tanggal 28-29 Juni 2019. Dengan menghadirkan 40 perusahaan dari berbagai industri, kalian bisa langsung interview dengan para rekruter yang hadir di acara ini.  Daftar Qareer Carnival 2019 Jakarta sekarang juga ya sebelum terlambat!

1 CommentClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: