Panggilan interview kerja tentunya menjadi sebuah kabar menggembirakan bagi para pencari kerja. Tetapi, tidak jarang untuk mendapatkan panggilan kerja bukanlah sebuah hal yang mudah. Bahkan ini merupakan sebuah pertanyaan yang cukup banyak ditanyakan oleh pengguna karir.com.

Untuk menjawab pertanyaan ini memang tidak mudah karena ada berbagai faktor yang mempengaruhi. Tapi mari kita c0ba untuk melihat dari perspektif lain dari sisi perusahaan untuk mengetahui jawabannya.

Tidak Sesuai Kualifikasi

Harus disadari oleh pencari kerja bahwa proses rekrutmen adalah sebuah proses yang cukup rumit dan tidak mudah. Perusahaan harus mau tidak mau mencari calon pegawai yang sesuai dengan kebutuhan posisi dari perusahaan.

Akan menjadi sebuah hal yang sangat merepotkan bagi sebuah perusahaan bila akhirnya mempekerjakan orang yang salah. Oleh karena itu perusahaan akan sangat berhati-hati dalam menerima pegawai.

Kualifikasi pekerjaan yang sudah dibuat tentunya menjadi patokan utama bagi perusahaan dalam menerima pegawai. Kualifikasi ini tentunya disesuaikan dengan job desc dari posisi tersebut agar pencapaian kerja bisa mencapai maksimal.

Jadi, bila kamu belum dipanggil oleh pihak perusahaan, ada kemungkinan profil kamu tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Baca Juga : Lowongan Kerja Yang Cocok Bagi Fresh Graduate

Informasi Lamaran Tidak Lengkap

Seorang rekruter memiliki waktu yang sangat sedikit untuk memeriksa berkas lamaran yang kamu kirim. Selain itu biasanya mereka juga meminta dokumen pendukung lainnya untuk melamar kerja di sebuah posisi.

Karena sempitnya waktu, rekruter terkadang tidak meneruskan berkas lamaran yang tidak lengkap atau tidak jelas. Keputusan ini diambil agar kandidat yang sudah sesuai bisa diproses lebih cepat.

Agar hal ini tidak terjadi kepada kalian, lakukan cek lamaran kalian sebelum dikirimkan. Pastikan seluruh informasi dan dokumen sudah lengkan dan sesuai dengan persyaratan dari perusahaan untuk posisi yang kalian inginkan.

Baca Juga : Tiga Kesalahan Melamar Kerja Yang Sering Dilakukan Fresh Graduate

Mengirim Lamaran Seenaknya

Terkadang perusahaan membuka kesempatan untuk melamar melalui email perusahaan atau rekruternya secara langsung. Ini sebenarnya dilakukan agar proses lamaran bisa dilakukan lebih cepat.

Tetapi, masih banyak pelamar yang tidak bisa memanfaatkan hal ini dengan baik. Masih banyak pelamar yang mengirimkan email sesuka hatinya tanpa mengetahui bagaimana cara mengirim email yang baik kepada perusahaan.

Walau channel tersebut sudah dibuka untuk pelamar tetap saja ada etiket untuk melamar kerja. Jangan pernah mengirim lamaran kerja melalui email hanya dengan melampirkan dokumen pribadi bahkan terkesan sebagai email kaleng yang tidak jelas.

Gunakan subject email yang sudah disediakan oleh perusahaan, bila tidak ada kamu bisa sesuaikan subjectnya tapi pastikan mudah dimengerti oleh penerima. Ceritakan latar belakang serta tujuan kalian mengirim email tersebut. Jangan lupa kalimat penutup serta nomor kontak yang bisa dihubungi oleh rekruter.

Cara ini bisa membuat rekruter mengetahui latar belakang dan juga maksud kalian mengirim email tersebut. Setidaknya pihak perusahaan bisa tahu bahwa kalian adalah kandidat yang profesional dan tahu bagaimana berbicara dalam konteks bisnis.

Nah, ketiga faktor tadi tentunya hanya sedikit alasan mengapa ada kandidat masih sulit mendapatkan panggilan kerja. Inilah sebenarnya yang harus dipahami oleh pencari kerja bahwa kesempatan untuk mendapatkan panggilan kerja memang sangat rumit dan sulit.

Tetapi bukan berarti kamu harus berkecil hati dan menyerah dalam mencari karir impianmu. Teruslah mengasah kemampuan dan perbaiki diri agar semakin menarik minat perusahaan untuk merekrut kamu. Jangan menyerah ya, Career Seeker!

Baca Juga : Informasi Apa Saja Yang Wajib Ada Dalam Lamaran Kerja?

2 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: