Site icon Blog Karir.com

Pemimpin Pintar Motivasi Karyawan dengan 4 Hal Ini

Pemimpin Pintar Motivasi Karyawan dengan 4 Hal Ini

Ke mana tujuan saya? Pertanyaan ini mungkin mudah dijawab selama ada GPS. Namun saat berbicara tentang tujuan atau makna dalam pekerjaan dan hidup, mungkin tidak semudah itu.

Menemukan hal-hal apa saja yang memotivasi Anda, terlebih menyeimbangkan sekian banyak motivasi, akan mampu membantu Anda menyelaraskan pekerjaan sehari-hari dengan hasil yang ingin Anda capai. Misalnya visi apa yang menjadi panggilan Anda, penghargaan yang berarti bagi diri Anda, hubungan yang dapat diandalkan dan ide yang menarik bagi Anda.

Seorang pemimpin harus mampu membantu karyawannya menemukan makna dalam pekerjaannya dengan membantu mereka menemukan apa yang menggerakkan atau memotivasi mereka. Selanjutnya, ketika seorang pemimpin mampu mengatributkan motivasi pribadi ke dalam konteks organisasi, atau ketika visi organisasi selaras dengan aspirasi pribadi karyawan, maka karyawan akan dapat lebih memaknai pekerjaannya.

Pemimpin sebagai pencipta makna membantu karyawan menemukan apa tujuan mereka dan menghubungkan tujuan pribadi tersebut dengan visi organisasi.

Akan tetapi, proses menghubungkan tujuan karyawan dan tujuan organisasi juga memerlukan inisiatif si karyawan sendiri.

Siapa yang muncul di benak Anda jika diminta menyebutkan seseorang yang selalu bisa memaknai dan mensyukuri pekerjaannya? Apa yang kira-kira memotivasi mereka? Dalam The Why of Work, saya dan Wendy Ulrich menemukan bahwa hal-hal yang memotivasi sebagian besar orang dapat dibagi dalam empat kategori:

  1. Pencapaian. Pencapaian adalah soal bagaimana menyelesaikan pekerjaan, dan bisa saja melibatkan aktivitas-aktivitas yang sangat kompetitif yang menuntut pengambilan resiko, disiplin dan resiliensi dalam menghadapi kegagalan. Misalnya seorang atlet yang giat berlatih, seorang pelukis yang menyempurnakan lukisannya, atau corporate executive yang sedang menyusun strategi pertumbuhan yang agresif untuk perusahaannya.
  2. Hubungan. Ikatan antara satu dan yang lainnya menggambarkan bahwa mereka mampu memaknai hidup melalui orang-orang yang mereka temui dan berinteraksi dengan mereka. Beberapa orang akan termotivasi berkat hubungan yang sangat dekat hanya dengan beberapa orang saja, namun yang lain malah termotivasi dengan menjaga jarak dengan orang lain. Meski begitu, tujuan utamanya sama, yakni demi kepuasan dan pemaknaan dalam menjalin hubungan.
  3. Pemberdayaan. Ciri pemberdayaan ditemukan dalam kebutuhan yang tinggi akan pencapaian yang diwujudkan dalam investasi sumber daya manusia, terutama dalam lingkup kerja sosial.
  4. Pencerahan. Pencerahan adalah tentang kesadaran atau mawas diri, hidup dalam pikiran, dunia ide, atau pengalaman pribadi. Hal ini mungkin mengingatkan kita pada para pertapa yang melakukan meditasi, pendaki gunung yang menikmati alam, atau bahkan mahasiswa yang peka mendalami motivasi dan perasaan terdalamnya.

Untuk mampu mengidentifikasi apa saja yang memotivasi Anda, dalam dua puluh menit ke depan tuliskan bagaimana hidup Anda lima tahun mendatang. Bayangkan saat itu Anda dalam masa terbaik Anda dan semua mimpi telah tercapai.

Sudah?

Jika sudah, lihat kembali apa yang sudah Anda tulis, lalu tuliskan:

(Anda dapat menuliskan lebih dari satu huruf pada satu hal yang sangat berarti bagi Anda)

Kemudian, hitung berapa jumlah masing-masing huruf.

Ketika Anda mampu membedakan dengan jelas apa saja yang memotivasi Anda dan apa saja yang sedang Anda kerjakan, pekerjaan akan menjadi lebih berarti dan memuaskan.

Para pemimpin kemudian dapat menyelaraskan motivasi pribadi ini dengan visi organisasi. Visi organisasi pun dapat dikategorikan dalam empat kategori yang sama: pencerahan (insight), pencapaian (achievement), hubungan (connection), dan pemberdayaan (empowerment). Ketika para pemimpin mampu menyelaraskan visi organisasi dan aspirasi pribadi, makna karyawan pun akan mampu mendukung keberhasilan organisasi.

(Diterjemahkan dan sedikit disederhanakan dari tulisan Dave Ulrich “Where Am I Going” kepada Karir.com)