img-blog-berkarir_di_sales_atau_marketing-1620x1074
Diskusi Marketing & Sales. (Karir.com/Herman Zakharia)

Berkarir di dunia marketing awalnya nampak menyenangkan. Sebagian orang yang baru akan merintis karir di dunia marketing mungkin berpikir bahwa tugas Tim Marketing hanya sebatas memikirkan strategi, perencanaan dan duduk-duduk santai di kantor. Kalau penjualan tidak masuk target, bukan Tim Marketing yang disalahkan, tapi Tim Sales. Kalau terjadi pengurangan karyawan, Tim Produksi dan Sales yang kena duluan, baru mungkin setelahnya Marketing.

Namun jangan salah, ternyata Tim Marketing tidak hanya dipercaya, namun juga dituntut untuk dapat mengembalikan situasi yang paling sulit sekalipun. Tim Marketing harus bisa menganalisa situasi dan berpikir di luar batas rutinitas untuk mampu mencari jalan keluar dengan strategi-strategi brilian.

Marketing & Branding

Pada dasarnya marketing adalah aktivitas untuk membangun sebuah brand atau reputasi. Branding adalah inti dari marketing.

Sebelum berkarir di Jakarta, saya pernah berbisnis laser disc rental di Yogyakarta. Saat itulah saya menyadari pentingnya branding untuk membangun sebuah bisnis  yang sukses. Bisnis ini memang sedang booming pada pertengahan tahun 90-an, dan saya bukan pemain pertama. Jika bukan menjadi yang pertama, jadilah yang pertama di kategori lain, atau dengan kata lain, carilah pembeda yang relevan dan konsisten. Pembeda brand saya (Disc House) waktu itu cukup sederhana; tidak ada sistem denda apapun. Terdengar nekad memang, namun saya sudah memikirkan strategi jalan keluarnya.

Untuk meminimalisir nilai kerugian yang dihasilkan dari keterlambatan pengembalian, saya menerapkan sistem insentif bagi pelanggan yang mengembalikan tepat waktu. Namanya “kupon tertib.” Dengan mengumpulkan kupon tertib, pelanggan bisa mendapatkan beragam hadiah; yang paling sederhana yaitu bisa meminjam lagi secara cuma-cuma. Saya juga menawarkan money-back guarantee” bagi pelanggan yang sudah terlanjur meminjam film namun ternyata tidak suka dengan filmnya (atau salah judul, atau alasan apapun), jika dikembalikan dalam waktu 3 jam, dapat ditukar dengan film lain tanpa biaya tambahan.

Ide sederhana itu hasilnya cukup dahsyat; brand Disc House cepat dikenal, dan reputasinya demikian cepat terbangun.

Di dunia korporasi yang lebih besar, penerapan marketing tentunya lebih kompleks. Saat masuk dunia perbankan, yakni saat saya bergabung dengan Bank Universal, salah satu bank swasta nasional yang waktu itu cukup ternama dan terkenal dengan inovasi produk dan teknologinya, saya tidak hanya berurusan dengan staf toko yang hanya delapan orang. Berkarir di bank sekelas Universal, saya berhadapan dengan ribuan karyawan. Bayangkan bagaimana harus menyatukan visi ribuan orang dengan beragam latar belakang pendidikan dan kultur.

Karena inti marketing tetap sama, yaitu bagaimana bisa membangun brand yang kuat, sementara brand sangat diwakili oleh para pelaku brand yang tidak lain adalah para karyawan perusahaan itu sendiri, kalau hanya sekelas toko dengan delapan orang karyawan, mudah mengaturnya; semua nurut, lah wong saya pemiliknya. Bagaimana dengan korporasi besar, dan saya hanyalah kroco yang baru saja lulus? Saat itulah saya sadar bahwa berkarir di marketing tidak semudah yang saya bayangkan.

Membangun sebuah brand yang kuat itu bagai memainkan sebuah simfoni berkelas yang para pemainnya adalah seluruh karyawan.

Pengalaman membangun brand saya rasakan betul ketika saya berkarir di perusahaan-perusahaan hebat seperti Bank Universal, British American Tobacco, Ericsson, L’Oreal dan BMW. Saya baru bertanggung jawab secara de facto terhadap fungsi Sales ketika saya berkarir di BMW. Direkrut sebagai Head of Marketing, saya menutup karir di BMW sebagai VP Sales and Marketing tahun 2008. Akan tetapi, peran saya di dunia sales sudah terbangun sejak pertama kali berkarir di Bank Universal.

Marketing VS Sales

Marketing dan sales itu ibarat orang pacaran, pasangan yang kadang berselisih pendapat, bertengkar, tapi saling membutuhkan.

Tim Marketing yang baik harus bisa meyakinkan konsep brand-nya kepada Tim Sales terlebih dahulu, sebelum bisa menjualnya ke pasar. Hal ini tidak berarti bahwa Tim Sales adalah titik tumpu pengembangan ide; semua tetap harus berfokus pada target pasar. Peranan Tim Sales adalah memberikan input dan masukan. Saat input dan masukan dari Tim Sales ternyata tidak sesuai harapan, saat itulah biasanya “ribut” dimulai. Tim Sales tidak setuju dengan ide Marketing, lalu menjalankan program atau aktivitas dengan ogah-ogahan. Ketika program gagal, Tim Sales berpikir Tim Marketing memaksakan ide konyolnya, padahal mungkin bisa saja implementasinya yang kurang baik karena tidak percaya diri dari awal.

Sales adalah dunia yang unik dan penuh karakter. Kalau banyak orang bilang bahwa Tim Marketing adalah sekelompok orang kreatif, bagi saya Tim Sales tidak kalah kreatif. Menjelang akhir bulan, saat target belum tercapai, saya jamin otak kreatif mereka akan bekerja, meski pada prakteknya ada ide kreatif yang berhasil, dan ada pula yang gagal dan berbuah pada kerugian.

Sejak awal berkarir, saya selalu ingin menciptakan hubungan kerja profesional yang harmonis, terutama dengan rekan paling dekat, yaitu Tim Sales. Saya pun banyak melakukan koordinasi dengan mereka, mendengarkan masukan dan menjadikannya pertimbangan dalam menciptakan program marketing yang efektif. Berkat itu, sedikit banyak saya memahami dunia sales juga, dan semakin akrab hingga akhirnya fungsi ini menjadi tanggung jawab saya juga.

Berbeda dengan marketing, saya menemukan berkarir di sales mewajibkan pelakunya menjadi pribadi yang super dinamis dan kreatif. Pilihan karir ini juga memberikan kesempatan untuk belajar banyak ilmu seperti negosiasi, komunikasi, customer relationship management, complaint handling, conflict management dan lain-lain, yang tentunya sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Peranan sales sekarang pun telah banyak bergeser dari pola traditional sales yang hanya mengenal kejar target, menjadi seorang konsultan yang dituntut mampu memberikan solusi kepada pelanggan. Sales tidak melulu hanya soal jualan.

Berikut penjabaran perbedaan perilaku pelaku traditional sales dan modern sales:

Berkarir di Sales atau Marketing

Plus Minus

Dunia marketing sering dilihat sebagai dunia yang lebih glamor ketimbang sales. Padahal prakteknya kalau teman-teman sales berhasil mencapai target, mereka biasa jalan-jalan ke luar negeri.

Berkarir di marketing banyak melibatkan analisa dan market understanding, hingga bertemu dengan beragam agensi, mulai dari riset sampai agency public relation, juga terlibat di berbagai produksi, seperti sesi foto dan video shooting. Pulang malam sudah biasa buat Tim Marketing.

Berkarir di sales banyak bertemu orang dengan beragam latar belakang dan bertemu beragam kebudayaan, karena besar kemungkinan Tim Sales yang berprestasi akan dirotasi ke daerah lain. Tim Sales juga banyak menjamu klien atau pelanggan, dan di beberapa industri, Tim Sales harus cukup akrab dengan dunia malam.

Ketika saya menjadi head hunter, banyak anak Sales yang meminta saya untuk memindahkan mereka ke marketing karena merasa capek dan ingin mendapatkan suasana baru. Sayangnya tidak semudah itu; bukan karena seseorang tidak kompeten berkarya di marketing, tapi lebih karena skill set yang sudah terbangun akan sayang sekali jika tidak terus dikembangkan.

Menghadapi kandidat, jarang memang ada permintaan berpindah dari marketing ke sales. Seorang Sales adalah seorang people person” yang juga kini dituntut mahir memberikan konsultasi yang baik kepada klien, sementara seorang Marketing adalah seorang analis yang mengerti betul kondisi pasar dan konsumennya.

Apapun pilihan karirmu, jalankan dengan sepenuh hati.

Untuk tahu apakah gaji Anda sudah sesuai dengan standar gaji yang berlaku di pasaran, dengan melihat industri, posisi dan lamanya Anda berkarir, cek gaji Anda di sini dengan fitur terbaru Salary Benchmark persembahan Karir.com.

9 CommentsClose Comments

9 Comments

  • fery ferlangga
    Posted August 22, 2015 at 11:57 am 0Likes

    menarik sekali tulisan bapak , tapi saya masih tetap ingin menjadi marketing 🙂

    • Dino Martin
      Posted August 25, 2015 at 4:36 am 0Likes

      Hi Fery,
      Good call…

  • amuze leon
    Posted September 5, 2015 at 6:50 pm 0Likes

    Kenali diri pribadi, pengetahuan dan kemampuan…kadang tanpa harus memilih, otomatis naluri kamu sudah menggerakkan apa yg kamu butuhkan…

  • Eno
    Posted August 25, 2016 at 11:02 pm 0Likes

    Bang saya ingin mencoba dunia sales atau marketing,, tapi saya belum pwrnah mencoba dunia itu.. hal pwrtama yang harus di pelajari apa ya.. mohon info nya

    • Dino Martin
      Posted September 5, 2016 at 2:59 pm 0Likes

      Bisa dimulai dengan meningkatkan communication skill Anda, terlebih kemampuan berbahasa Asing. Ini basic banget buat orang Marketing.

      Good luck.

      DiM

  • puji santoso
    Posted September 5, 2016 at 6:00 pm 0Likes

    tulisan yang sangat menginspirasi mas,
    kebetulan saya seorang sarjana teknik, dan saya menyukai bidang penjualan atau sales, dari sejak mulai kuliah saya sudah suka berbisnis onlineshop, pertanyaan saya, gimana ya langkah2 dan trik yang harus disiapkan untuk saya agar bisa diterima dan menjadi seorang salesman terutama di bidang showroom mobil?

    mohon bimbingannya mas

  • Ais elkirami
    Posted April 20, 2017 at 9:30 am 0Likes

    Keren tulisan nya, walau jujur belum sepenuhnya bisa memahami setiap poin penting artikel ini. Sebagai pemula di dunia marketing tetap saja bagi saya ini sedikit membuka mata saya hehe makasih mas

  • easyadventurer
    Posted September 20, 2018 at 10:52 pm 0Likes

    Sangat menginspirasi pak. Jadi lebih paham lagi akan dunia sales dan marketing. Kebetulan pengalaman kerja saya sbg sales cmn ingin merambah ke marketing juga. Kalau saya merasa bisa sebagai planner maupun eksekutor lebih cocok dimana ya pak? Trims. Hehe

  • Fahrul
    Posted September 30, 2018 at 4:05 pm 0Likes

    Sebagai seorang sales, saya jadi suka tersenyum2 sendiri ketika membacanya. Memang banyak apa yg di tulis di artikel ini terjadi di kehidupan nyata. Ketika team marketing membuat sebuah Program dan team sales harus bisa mengimplementasikannya dilapangan. Ga semuanya mulus, ga jarang juga program nya gagal dan menyebabkan kerugian….

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: