produktif-di-usia-22-35-pilih-5-warna-ini-untuk-interiormu-s

Para ahli menyebutkan bahwa attention span atau kemampuan seseorang berkonsentrasi menurun dari 12 detik pada tahun 2000 menjadi 8 detik pada 2015. Salah satu penyebabnya adalah penggunaan ponsel pintar dengan budaya membaca cepatnya.

Generasi Milenial, generasi pertama penikmat dan pelaku transisi analog-digital, diidentikkan dengan beberapa karakteristik, seperti multitasking, selalu terhubung dengan media sosial, melek teknologi, keseimbangan karir dan kehidupan pribadi atau work-life balance, berorientasi pada timmenginginkan transparansi, suka tantangan dan hal-hal baru, dan lain sebagainya.

Selain karakteristik-karakteristik positif di atas, generasi yang juga disebut sebagai Gen Y atau generasi yang lahir antara tahun 1981-1994 ini juga memiliki beberapa karakteristik yang perlu disiasati, di antaranya mudah bosan terutama jika mendapati topik yang kurang menarik, attention span yang pendek, diragukan loyalitasnya dan caranya mendefinisikan kerja keras, dan lain-lain.

Nah, bagaimana menyiasati karakteristik atau stigma yang kurang mengenakkan ini? Salah satunya adalah dengan menciptakan lingkungan atau atmosfer yang mendukung mereka tetap produktif dan kreatif.

Menurut Color Affects System yang merupakan hasil penelitiannya pada akhir 1970-an hingga 1984, Angela Wright mengungkap hubungan antara pola warna dan pola perilaku manusia. Penelitian tentang warna sebenarnya diawali oleh Sir Isaac Newton tahun 1676 yang menghasilkan teori terbentuknya pelangi.

Untuk menjelaskan warna, para ahli menciptakan ‘roda warna’ atau ‘color wheel’ yang memisahkan spektrum menjadi 12 warna yang berbeda. Tiga warna utama atau primary colors adalah merah, kuning dan biru, selain juga hitam dan putih. Warna-warna tersebut tidak bisa diciptakan dengan mengkombinasikan warna-warna lain. Warna-warna sekunder yakni oranye, hijau dan violet, yang dihasilkan dari percampuran dua warna utama dengan takaran yang sama. Warna-warna tersier yakni golden-yellow, burnt orange, lime green, turquoise, indigo dan crimson, yang dihasilkan dari percampuran dua warna sekunder dengan takaran yang sama.

Persepsi manusia terhadap warna merupakan sebuah fenomena fisiologis; mata kita mencerna warna yang berbeda-beda sebagai panjang gelombang cahaya, kemudian otak kita mencerna informasi tersebut.

Nah, bagaimana otak manusia mencerna atau memproses masing-masing warna? Berikut ulasan 5 warna yang akan membantumu tetap produktif dan kreatif:

Kuning

Warna matahari ini memberi efek pencahayaan seperti layaknya matahari, yang tentunya akan sangat menguntungkan di iklim atau cuaca yang tidak bersahabat. Warna ini memberi rasa lega, hangat dan terang. Karena warna ini adalah yang termuda dalam spektrum, kerap diasosiasikan dengan mood yang positif.

Warna kuning yang hangat cocok dikombinasikan dengan warna merah, cokelat dan oranye, sedangkan warna kuning yang kuat dan mencolok cocok dipasangkan dengan warna-warna segar lainnya seperti biru, abu-abu pucat dan lavender.

Merah

Warna yang paling dominan ini selalu menginginkan dan mencuri perhatian kita. Warna ini memiliki asosiasi positif dan negatif. Dalam budaya tertentu, warna ini melambangkan cinta dan kehidupan, namun dalam budaya lainnya menggambarkan bahaya.

Dekorasi dengan warna merah terkesan berani, berbeda dan menantang.

Biru

Setiap pasang mata pasti pernah menikmati cerahnya langit biru di pagi atau siang hari dan dalamnya langit biru di malam hari. Warna biru menyerap cahaya dan menciptakan “ruang,” seperti saat berada di alam, kita menikmati gunung, laut atau langit dari kejauhan.

Warna ini kerap diasosiasikan dengan emosi pasif, dan di masa lampau dipercaya dapat menjauhkan dari kejahatan.

Hijau

Warna alam yang menyimbolkan pertumbuhan dan harapan, hijau dipercaya mampu memberi efek relaksasi, konsentrasi dan meditasi, yang ketiganya membutuhkan fokus kerja otak.

Putih

Leonardo da Vinci mengklaim warna ini sebagai “yang pertama dalam jajaran warna sederhana,” dan kita mengasosiasikannya dengan kebersihan, kemurnian dan cahaya. Warna ini adalah yang paling terang, paling reflektif dan paling menciptakan efek “ruang” di antara warna yang lain, sehingga kerap diasosiasikan dengan kesucian dan kepolosan.

Nah, warna apa yang akan kamu pilih untuk interior kantor atau kamarmu untuk membantumu tetap produktif dan kreatif? Pilih warna yang sesuai dengan atmosfer atau mood yang ingin kamu bangun, yah. Selamat bereksperimen!

Sumber: telegraph.co.uk, linkedin.com, colour-affects.co.uk, Decorating with Colour Inside and Out oleh Sally Walton dan Richard Rosenfeld (Hermes House, 2001)

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: