Hari ini aku lembur, kayaknya besok juga deh, kerjaanku banyak banget soalnya..

Pernahkah Anda mendengar keluhan tentang kesibukan teman Anda seperti itu? Dan nyatanya dia tidak lebih sibuk daripada Anda.

Keluhan seperti ini bukan cuma dilontarkan satu atau dua rekan kerja, tapi cukup banyak. Sebagian menganggap terlalu sibuk padahal kerjaan pun tidak pernah tuntas, sebagian pula mengaku sibuk hanya agar pekerjaannya tidak diganggu.

4VTDQ367MU.jpg

Bekerja bukan berarti kita mengorbankan tenaga dan waktu kita seluruhnya. Bekerja memang untuk memenuhi kebutuhan lahiriah, tapi jangan lupa kita juga harus memenuhi kebutuhan batiniah. Jika hanya memenuhi satu kebutuhan saja, hidup tidak akan berjalan seimbang sebagaimana mestinya. Berikut merupakan kesibukan yang tidak produktif:

  1. Merasa matang dan mantap dengan visi misinya tapi bingung menentukan langkah yang harus diambil
    Orang seperti ini cenderung plin-plan, punya banyak rencana tetapi tidak tahu harus mewujudkan dengan cara bagaimana, selalu berpikir hasil bukan prosesnya. Padahal proses dari sebuah pekerjaan jauh lebih penting dari hasil yang didapat, karena tanpa proses dan hanya dipikirkan tidak akan membuahkan hasil apapun.
  1. Orang produktif cenderung mendahulukan kemampuan dan workaholic hanya mengandalkan kemauan
    Sah sah saja punya banyak kemauan, tapi sebaiknya kemauan tersebut dapat terukur. Jangan sampai ketika kemauanmu besar dan kemampuanmu terbatas jadi membatasi mimpi dan rencanamu kedepan.
  1. Menunda pekerjaan
    Sikap menunda membuat image karyawan terlihat tidak professional dan kekanakan. Penundaan lima menit saja dapat mempengaruhi kinerja di mata perusahaan. Untuk itu, sebaiknya selesaikan pekerjaan di awal waktu, agar Anda bisa lebih senggang mengerjakan pekerjaan yang harusnya dikerjakan di esok hari. Hal ini terbukti efektif untuk mengurangi beban pekerjaan dan kesibukan yang selalu Anda keluhkan lho.
  1. Terburu-buru pada hasil, tidak tahan dengan prosesnya
    Dalam berproses, tidak hanya mendapatkan pelajaran, tapi justru disinilah kita menunjukkan kemampuan terbaik yang kita punya. Selain itu, Anda pun dapat mengontrol segalanya saat semuanya masih dalam proses. Bedanya dengan workaholic, mereka justru cenderung pada hasil akhirnya.
  1. Terlalu sibuk sampai lupa merawat diri
    Hal kecil ini sering sekali dilupakan oleh para workaholic, mereka cenderung menghabiskan waktunya menyibukkan diri dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya. Sementara, orang produktif justru menyisihkan sebagian waktunya untuk memanjakan diri, seperti pergi ke salon, hang out bersama teman, atau kumpul bersama keluarga. Karena mereka yakin, hidup bukan hanya di tempat kerja.

Kalau kelima hal tersebut masih nempel di kita, sebaiknya dikurangi agar tidak jadi bad habit di kemudian hari, sibukkan diri Anda dalam hal bermanfaat, tapi jangan lupa untuk bahagiakan diri sendiri ya 🙂

 

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: