Site icon Blog Karir.com

Prospek Karir Jurusan Filsafat yang Jarang Diketahui

Marble statue of the ancient Greek Philosopher Plato. Academy of Athens,Greece.

Prospek Kerja Jurusan Filsafat cukup jarang diketahui. Jika dilihat dari lowongan kerja yang tersedia, sebagian besar orang beranggapan bahwa lulusan jurusan filsafat sulit mendapatkan pekerjaan.

Prospek Kerja Jurusan Filsafat dianggap hanya terbatas pada ahli filsafat atau tenaga pengajar filsafat. Anggapan yang masih langgeng ini membuat jurusan filsafat sepi peminat.

Lulusan jurusan filsafat terbiasa berpikir menggunakan logika yang kuat dalam mengkaji suatu hal dari berbagai sisi yang luas. Ilmu yang dipelajari jurusan filsafat mulai dari logika, etika, antologi, aksiologi, metode, manusia, alam semesta, hingga filsafat ketuhanan. Filsafat sebagai ibu dari segala ilmu bersifat general. Keilmuwan filsafat yang bersifat general cocok diterapkan dalam bidang pekerjaan apapun. 

Meski jarang diketahui, nyatanya Prospek Kerja Jurusan Filsafat tak kalah bagus dari jurusan lainnya. Karir.com telah merangkum 6 prospek karir jurusan filsafat yang jarang diketahui sekaligus menjanjikan. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Prospek Kerja Filsafat

1. Pengamat Politik

Jurusan filsafat dibekali kemampuan berpikir kritis, analisis, dan demokratis dalam menyampaikan isi pikirannya. Salah satu prospek karir yang cocok bagi jurusan filsafat adalah pengamat politik.

Profesi pengamat politik memiliki peran untuk melakukan riset dan studi yang berkaitan dengan struktur politik, perkembangan dan pergerakan sistem politik suatu negara. Hasil riset atau studi mereka menjadi acuan dalam pengambilan keputusan atau perubahan kebijakan politik.

Eksistensi pengamat politik semakin cemerlang pada era demokrasi ini. Seorang pengamat politik dapat bekerja dalam sebuah partai politik maupun di luar partai.

2. Konsultan Rekrutmen 

Konsultan rekrutmen merupakan prospek karir jurusan filsafat berikutnya. Profesi konsultan rekrutmen memiliki peranan yang sama dengan head hunter.

Mereka akan membantu perusahaan untuk mengisi posisi yang kosong dengan kandidat yang ideal. Setelah menemukan kandidat yang cocok, mereka akan menegosiasikan gaji, kontrak dan ketentuan kerja antara kandidat dan klien.

Profesi konsultan rekrutmen ini cocok ditempati lulusan filsafat. Lulusan filsafat memiliki bekal keahlian menganalisa, menafsirkan, dan menyampaikan informasi secara jelas.

3. Psikoterapis

Jurusan filsafat cukup erat dengan ilmu psikologi. Profesi psikoterapis adalah salah satu profesi yang berkaitan dengan kejiwaan manusia. Psikoterapis atau yang lebih dikenal sebagai konselor banyak dibutuhkan pada masa modern ini.

Hal ini dikarenakan kesadaran kesehatan mental yang semakin membaik. Untuk bisa membantu mengatasi masalah psikis kliennya, psikoterapis akan menyelami proses berpikir dan konflik batin klien.

Metode psikoterapi berlatar belakang filsafat yang dapat digunakan antara lain, psikoanalitik, psikodinamik, psikoterapi humanistik, hypno-psikoterapi, dan perilaku kognitif.

4. Perbankan

Seperti jurusan pada umumnya, jurusan filsafat juga memiliki prospek karir di bidang perbankan. Jurusan filsafat bukan hanya mengasah kemampuan berpikir kritis, tetapi juga kemampuan berbicara.

Maka dari itu salah satu prospek karir jurusan filsafat adalah bankir. Profesi bankir menjadi profesi idaman bagi sebagian orang mengingat gaji yang dihasilkan. Kecakapan berbicara yang dimiliki lulusan filsafat dapat menarik calon nasabah agar menjadi nasabah.

Bankir secara profesional juga bekerja untuk mempertahankan nasabah, dan menjalankan manajemen dengan baik.

5. Paralegal

Lulusan jurusan filsafat juga  memiliki kesempatan untuk menjadi paralegal. Profesi ini masih terbilang baru di Indonesia. Profesi paralegal muncul sejak runtuhnya rezim Orde Baru.

Istilah paralegal kemudian resmi masuk peraturan perundang-undangan melalui UU No. 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Paralegal merupakan orang yang memiliki pengetahuan di bidang hukum dan keterampilan mengadvokasi masyarakat. Paralegal bukanlah pengacara atau advokat, namun mereka dapat melaksanakan bantuan hukum dan pelayanan hukum.

6. Jurnalis

Prospek karir jurusan filsafat yang terakhir adalah jurnalis atau wartawan. Profesi jurnalis bekerja menyusun naskah berita untuk diterbitkan ke khalayak umum.

Untuk menekuni profesi ini dibutuhkan kemampuan berbicara di depan umum yang mumpuni. Selain itu, seorang jurnalis juga harus mampu berdiskusi, berkompromi, dan melakukan negosiasi.

Lulusan jurusan filsafat yang terbiasa berpikir kritis memiliki bekal yang cukup untuk berkarir sebagai jurnalis. Bidang yang dapat diduduki mulai dari politik, olahraga, hingga bisnis.

Nah, itulah 6 prospek karir jurusan filsafat yang bisa jadi pilihan karir. Latar belakang pendidikan filsafat tidak cukup. Pijakan karir yang kuat juga harus diiringi dengan keahlian dan keterampilan yang relevan dengan profesi tersebut. 

Exit mobile version