DSC_7901
Kiri ke kanan: Rektor Universitas Katolik Atma Jaya Dr. A. Prasetyantoko, CEO Karir.com Dino Martin, Ketua BNSP Ir. Sumarna Abdurahman, M.Sc. (Karir.com/Cindy Nara)

18 Februari lalu, Karir.com menyelenggarakan sesi diskusi bersama awak media di Locanda Food Voyager di area Sudirman, Jakarta Selatan, menghadirkan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Ir. Sumarna Abdurahman, M.Sc. dan Rektor Universitas Katolik Atma Jaya Dr. A. Prasetyantoko.

Sesi yang berjudul “Tantangan Ekonomi Indonesia 2016: Sinergi Swasta, Pemerintah & Institusi Pendidikan” ini dipandu oleh CEO Karir.com Dino Martin yang dibuka dengan insights dan temuan Karir.com.

Ir. Sumarna F. Abdurahman, MSc., Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyatakan, “Tenaga kerja Indonesia saat ini secara tingkat pendidikan memang sudah lebih baik dari sebelumnya. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah pencari kerja dari kelompok lulusan Sarjana dan Diploma. Namun demikian, data juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di masing-masing tingkat edukasi tersebut juga meningkat. Hal ini menimbulkan keprihatinan karena sedikit banyak mencerminkan terjadinya mismatch antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.”

Dr. Agustinus Prasetyantoko, Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, memperkuat pernyataan Ir. Sumarna, “Sektor pendidikan merupakan pilar utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang handal dan terlatih, yang menentukan kualitas dan daya saing pekerja Indonesia. Namun demikian sektor pendidikan bukanlah satu-satunya yang bertanggung jawab untuk menciptakan tenaga kerja Indonesia yang berkualitas. Untuk itu, keselarasan langkah antara sektor pendidikan dengan pemerintah dan dunia usaha tidak dapat ditawar lagi.”

“Dibutuhkan campur tangan dan dukungan industri secara lebih mendalam dan sejak awal kepada lembaga-lembaga pendidikan untuk dapat memastikan terjadi transfer pengetahuan, keterampilan dan tekonologi yang relevan dengan perkembangan zaman dan industri,” himbau Ir. Sumarna. “Secara tidak langsung, industri sebagai pihak yang mendapatkan keuntungan dari sumber daya manusia yang terampil juga bertanggung jawab untuk membantu menetapkan standar sertifikasi dan menciptakan tenaga kerja yang lebih berkualitas dan profesional,” imbuh Dr. Prasetyantoko.

Memotret pasar tenaga kerja Indonesia melalui laman Karir.com, tampak bahwa sepanjang tahun 2015, industri trading merupakan industri yang membuka lowongan pekerjaan terbanyak dengan total hampir mencapai 10% dari lowongan pekerjaan di laman Karir.com. Industri manufaktur menempati tempat kedua dengan total sebanyak 8%, diikuti industri keuangan dan perbankan serta industri retail dengan total kontribusi masing-masing sebesar 7%. Consulting business berkontribusi sebanyak hampir 6% dari total lowongan pekerjaan.

Jika dilihat dari tingkat pendidikan terakhir, kelima industri di atas didominasi oleh lowongan pekerjaan tingkat pendidikan Diploma, dan sisanya bervariasi antara Sarjana dan lulusan SMA atau sederajat. Industri jasa atau service membutuhkan tenaga kerja paling banyak dengan tingkat pendidikan SMA atau sederajat, yakni mencapai 42%. Sebaliknya, industri consumer goods membutuhkan tenaga kerja terbanyak dengan tingkat pendidikan Sarjana, yakni mencapai 36%. Peringkat pertama yang membutuhkan lulusan Sarjana paling banyak adalah industri properti, yakni hingga 45%.

Peta pencari kerja dengan tingkat pendidikan yang didominasi lulusan Sarjana secara tidak langsung juga menggambarkan adanya gap antara penawaran atau supply dengan permintaan atau demand tenaga kerja dari industri. Untuk itu dibutuhkan koordinasi lebih baik lagi antara Pemerintah, sektor edukasi dan dunia usaha untuk menyelaraskan permasalahan tenaga kerja di Indonesia agar daya saing nasional bisa lebih baik lagi.

Dino Martin, CEO Karir.com mengatakan, “Angkatan kerja yang terampil sangat penting jika Indonesia ingin memanfaatkan peluang yang ada, terutama dengan dibukanya pasar bebas. Tanpa keterampilan yang tepat bagi tenaga kerja muda, permintaan produk-produk dan layanan jasa berkualitas tinggi hanya dapat dipenuhi dengan mengimpor produk asing, bukannya meningkatkan nilai tambah perusahaan domestik.”

Untuk itu, Karir.com terus mengembangkan berbagai inovasi untuk terus menjaga komitmen sebagai mitra di sepanjang perjalanan karir tenaga kerja Indonesia. Karir.com juga terus berkomitmen untuk menjadi referensi terpercaya dalam membingkai isu ketenagakerjaan dan membantu mempresentasikan berbagai opsi solusi yang relevan. Karir.com pun membuka kemungkinan untuk mengembangkan berbagai kerjasama dengan dunia usaha, dunia pendidikan dan pemerintah untuk mengurangi kesenjangan koordinasi tadi.

Dr. Prasetyantoko menambahkan, ”Keberadaan tenaga kerja yang terampil lebih lanjut diharapkan mampu mendorong pengembangan inovasi yang dapat meningkatkan daya saing dan perekonomian Indonesia di masa depan.”

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: