Site icon Blog Karir.com

Social Media Specialist: Job Desk, dan Tools Wajib

Social Media Specialist

Above view of young people sitting and lying on floor with internet activity tags and using modern portable devices, social media addiction concept

Social media specialist adalah posisi yang bertanggung jawab dalam pempublikasian konten di berbagai platform media sosial. Profesi ini bertugas menganalisis metrik, membangun hubungan  dengan audiens, serta meningkatkan brand-awareness. Secara tidak langsung profesi ini menjual dan mempromosikan merek. 

Social media specialist tampaknya menjadi profesi idaman generasi muda. Pasalnya social media specialist adalah salah satu profesi dengan penghasilan yang terbilang besar. Mengutip Glassdoor, tanpa mengkategorikan pengalaman, gaji social media specialist berada di rentang 3 juta – 14 juta. 

Media sosial adalah industri yang terus berkembang. Profesi ini diprediksi akan terus naik daun di zaman serba digital seperti sekarang ini. Lantas apa saja tugas dan tanggung jawab seorang social media specialist? Lalu tools apa yang harus dikuasai untuk menunjang profesi social media specialist?

Tugas dan Tanggung Jawab

Tanggung jawab utama profesi ini menjalankan dan membangun media sosial. Mereka akan memonitoring platform, benchmarking, dan mengidentifikasi audiens. Untuk mengoptimalkan platform, social media specialist mengunggah konten yang bisa meningkatkan visibilitas konten yang mendorong audiens melakukan tindakan.

Analisis metrik dan wawasan di platform media sosial dilakukan secara berkala. Tujuannya untuk mengetahui konten seperti apa yang disukai pelanggan, dan memiliki keterlibatan terbanyak. Hasil metrik dari konten tersebut akan dijadikan alat untuk mengukur keberhasilan strategi dan kampanye.

Social media spesialist punya tugas terkait perencanaan strategi kampanye dan manajemen komunitas. Mereka harus memahami audiens sehingga dapat membuat konten persuasif sesuai target yang dituju. Rancangan strategi yang kohesif pada akhirnya bertujuan meningkatkan penjualan produk/layanan perusahaan.

Spesifikasi 

Gelar sarjana yang pas untuk posisi social media specialist adalah Komunikasi, Pemasaran, Bisnis, dan Hubungan Masyarakat. Umumnya, pekerjaan ini terbuka untuk semua jurusan. Gelar tidak begitu wajib dalam profesi social media specialist. Social media specialist profesional merupakan hasil gabungan metode pendidikan otodidak, kursus singkat, gelar formal, dan pelatihan di tempat kerja. 

Keterampilan yang dibutuhkan adalah kemampuan menulis, mengedit, dan mendesain konten. Keterampilan interpersonal yang dapat mendukung pekerjaan ini antara lain, komunikasi yang sangat baik, multitasking, detail, dan berorientasi pelanggan. Selain keterampilan, social media specialist juga mempunyai spesifikasi pengetahuan yang bak tentang desain web, pengembangan web, CRO, dan SEO, serta pemasaran online, dan saluran pemasaran digital. 

Pengalaman menjalankan dan mengelola berbagai platform media sosial dibutuhkan sebagai bentuk pelatihan nyata. Pengalaman yang cukup akan membantu social media specialist mengoptimalkan konten. Jika belum memiliki pengalaman, bekerjalah sebagai junior social media specialist, sekaligus menambah portofolio. Pengalaman di bidang social media akan semakin mengesankan jika dibuktikan dengan portofolio. Portofolio yang jelas dan menarik dapat menunjukkan keterampilan, semangat, dan komitmen di bidang ini.

Pengetahuan yang luas tentang media sosial menjadi bekal seorang social media specialist. Ada banyak blog informatif yang membicarakan media sosial, dan pemasaran digital. Misalnya, Social Media Today, Neil Patel, SocialMedia.biz, The Future Buzz, dan Socially Sorted.

Tools Social Media Specialist

Selain keterampilan teknis, social media specialist harus memahami tools-tools yang menunjang profesinya. Tools tersebut terbagi menjadi tiga kategori yaitu:

Pekerjaan social media specialist tidak terlepas dari memonitoring perkembangan media sosial. Mereka harus menghasilkan konten yang trending. Ada beberapa tools yang dapat digunakan untuk menganalisis trend yaitu, Google Trend, Twitter, dan AnswerThePublic.

Meski sebagian besar social media specialist bekerja sama dengan desain grafis, akan lebih baik jika social media specialist punya pengetahuan tentang alat pembuatan visual konten. Beberapa tools yang populer di kalangan social media specialist adalah Photoshop, Corel Draw, Adobe Spark, Pablo, Vectr, Piktochart, dan Canva.

Umumnya platform media sosial menyediakan fitur analisis media sosial sendiri. Alat tambahan untuk menganalisis media sosial tersedia gratis, dan ada pula yang berbayar. Beberapa rekomendasi tools insight yang bisa dicoba antara lain, Google Analytics, Hootsuite, Buzzsumo, Socialblade, Socialbakers, Keyhole, Sprout Social, Union Metrics, dan Analisa.io.

Jenjang Karir

Jenjang karir profesi social media specialist pada umumnya dimulai dari social media specialist. Setelahnya, social media specialist akan dipromosikan sebagai senior social media specialist.

Kemudian pada level teratas ada social media manager. Selain menargetkan jenjang karir, Social media specialist yang memiliki keterampilan yang tepat dapat beralih karir ke bidang kreatif di industri media sosial lainnya. Profesi tersebut meliputi community manager, content creator, dan digital marketing.