Sadar atau tidak, para pekerja biasa menghabiskan 1/3 waktu mereka setiap harinya di lingkungan kantor. Oleh karena itu, tidak jarang perusahaan membuat ruangan kantor senyaman mungkin agar pekerjanya bisa betah bekerja.

Di Indonesia sendiri ada beberapa tipe ruangan kantor yaang banyak digunakan. Beberapa pilihan ini memang disesuaikan dengan kondisi dan juga budget keuangan yang dimiliki.

Tipe Open Space

priya-november-2018-office-layouts2-ambient-concept-provided-resized

Pilihan kantor open space biasanya dipilih agar ruangan bisa terlihat lebih luas dan memudahkan untuk berkolaborasi antar bagian perusahaan. Tipe ini biasanya banyak dipilih saat ini oleh perusahaan-perusahaan startup yang membutuhkan komunikasi yang cepat.

Kekurangan tipe kantor seperti ini adalah kurangnya privasi antar pegawai sehingga bisa menimbulkan rasa tidak nyaman. Kekurangan lainnya yang sering muncul adalah tidak adanya ruangan untuk meeting.

Tipe Cubicle

work-environment

Kantor tipe cubicle memang bukan sebuah hal yang baru dalam dunia kerja. Desain kantor yang menggunakan cubicle di desain untuk memberikan privasi kepada para pekerjanya. Tipe kantor seperti ini biasanya digunakan di perusahaan yang memiliki lini bisnis yang sudah stabil.

Tetapi dengan menggunakan cubcicle ini memang membuat agak sulit untuk berkoordinasi. Setiap pegawai harus mencari sendiri cubcicle yang tepat jika mencari seseorang.

Tipe Cluster

10447619_647679698653214_7684364340541907823_n

Tipe cluster merupakan penataan ruangan yang digunakan berdasarkan kepada fungsi departemen yang menempati ruang tersebut. Biasanya penataan ruangan tipe cluster menggunakan perpaduan antara cubicle dengan open space.

Setiap meja diatur berdasarkan fungsi masing-masing dengan memberikan sekat diantara departemen yang berbeda. Dengan melakukan sistem cluster, diharapkan komunikasi dan kerja internal tim akan meningkat.

Tipe Coworking Space

huckletree-1-e1470745591636

Tipe coworking space mungkin adalah tipe ruangan kantor yang disukai oleh generasi milenial. Dengan menggunakan konsep coworking space, setiap orang bebas bekerja dimanapun sesuai keinginan dari pekerja tersebut. Bahkan beberapa kantor menyediakan fasilitas pendukung lainnya seperti ruang permainan atau fussal yang bisa digunakan semua orang.

Tipe kantor seperti ini kadang dianggap nyaman oleh pekerja milenial, tetapi bagi orang yang terbiasa bekerja di lingkungan konvensional pastinya agak sulit. Karena kemungkinan untuk terdistraksi dari pekerjaan sangatlah tinggi. Belum lagi dengan privasi yang sangat minim, membuat kamu harus berhati-hati menyimpan barang pribadi.

Nah, dari keempat tipe kantor tadi kira-kira tipe ruangan mana yang cocok dengan kamu? Jangan lupa untuk selalu mencari lowongan kerja terbaru di karir.com dan dapatkan karir impian kalian di sini!

 

0 CommentsClose Comments

Leave a Reply

IMG_7088
Booth Emtek Group dalam Karir.com Kickoff dan Expo di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis (27-28/5/2015).

SIARAN PERS

Untuk Segera Dipublikasikan

Jakarta, 27 Mei 2015

Karir.com, Portal Karir Pertama Indonesia Ingin Menjadi Aset Bangsa
Menandai Kickoff dengan Identitas Baru

Sejak diakuisisi Emtek Group pada Desember 2014, portal karir pertama di Indonesia, Karir.com, mulai membenahi manajemen dan melakukan sejumlah perubahan secara signifikan. Di bawah komando CEO Dino Martin yang memiliki pengalaman di berbagai industri selama lebih dari 18 tahun di bidang business development, finance, sales & marketing, dan recruitment solution, karir.com akan bertransformasi menjadi portal pilihan terbaik yang mampu menghubungkan talenta dengan opportunity sehingga menjadikan para professional lebih efektif dan sukses dalam berkarir. Dengan menjadi portal pilihan ini, Karir.com akan mampu memberikan solusi total untuk keperluan rekrutmen dan sumber daya manusia bagi perusahaan.

Mimpi Karir.com ternyata lebih tinggi. “Visi kami jauh lebih tinggi. Kami ingin menjadi aset bangsa yang mampu membantu Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia,” jelas Dino Martin, CEO Karir.com. “Pekerjaan rumah bangsa ini dari berbagai studi dan laporan yang ada jelas sekali, yaitu sumber daya manusianya,” tambah Dino lagi. Dengan platform, fitur-fitur, dan database yang terus dikembangkan, ke depannya bukan tidak mungkin karir.com dapat memberikan digital economic mapping bagi Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Karir.com juga berbagi hasil survei mereka yang dilakukan selama 5 bulan terakhir. “61% profesional menjadikan internet sebagai sumber utama untuk mendapatkan informasi karir, sementara 29% mendapatkan informasi dari teman, 6% dari info lowongan karir di koran,” tutur Dino.

Hasil temuan Karir.com melalui survei “Potret Perilaku Profesional Berdasarkan Usia dan Level Pekerjaan di Kota-Kota Besar di Indonesia” kepada 6.530 responden inilah yang mendorong Dino ingin mengajak para praktisi dan profesional HR untuk mulai memikirkan upaya-upaya solutif dan kreatif demi mempertahankan kinerja karyawan terbaiknya.

Survei tersebut juga memberikan paparan dan informasi berharga bagi pelaku HR, seperti tingkat kenyamanan bekerja, kepuasan gaji, faktor-faktor yang membuat para profesional terus berkarya di perusahaannya, hingga lama kerja seseorang sebelum akhirnya berpikir untuk berpindah karir.

“Yang menarik, secara umum profesional Indonesia berpikir akan pindah karir setelah 2 tahun ke atas. Namun, jika dianalisa berdasarkan usia, ternyata mereka yang berusia 20 hingga 25 tahun dan di level staf memiliki tingkat persentase untuk pindah dalam jangka waktu 6-12 bulan. Lebih singkat,” jelas Dino lagi, “Ini artinya, perusahaan harus bisa memberikan proper induction, dimana karyawan yang baru bergabung dapat menjadi bagian dari visi besar perusahaan,” papar Dino lagi.

Berdasarkan survei tersebut juga kenyamanan bekerja menjadi faktor dominan bagi para profesional di Indonesia, disusul oleh jenjang karir dan lokasi perusahaan. Namun, ketika dianalisa berdasarkan gender, potret ini berubah. Kaum perempuan lebih mementingkan lokasi perusahaan daripada jenjang karir. Inilah sebagian kecil dari hasil survei Karir.com bagi pelaku HR di Indonesia.

Untuk menjadi portal karir pilihan di Indonesia, kini tampilan situs Karir.com pun dibuat menjadi lebih progresif, modern dan dinamis, dengan fitur-fitur yang memudahkan para pencari karir dan perusahaan. “Dengan situs yang baru, kami ingin mengajak user untuk tidak hanya memikirkan tentang pekerjaannya saat ini namun lebih ke karir mereka,” tutur Rizka Septiadi, Chief Marketing Officer Karir.com. “Ini soal personal branding. Kami ingin mereka mampu menunjukkan potensi dan kualitasnya melalui tampilan baru Karir.com,” tambahnya.

Rizka, atau yang kerap disapa Cika, menambahkan bahwa perusahaan pun kini lebih mudah mencari kandidat yang tepat untuk perusahaannya.

Ratih Pulkeria, Product Manager Karir.com, mengatakan, “Karir.com yang baru akan terus berevolusi untuk memenuhi keinginan pengguna, baik pencari karir maupun perusahaan. Tim engineering kami yang solid dan kuat menciptakan mesin yang mampu merespon cepat dan interface yang lebih interaktif.”

Hingga April 2015, situs Karir.com telah mendapat 2 juta kunjungan per bulan, 1,3 juta qualified resume dan 33.000 perusahaan baik lokal maupun multinasional ada dalam database-nya.

Menandai kickoff desain barunya, di saat bersamaan, Karir.com menyelenggarakan Karir.com Expo 27-28 Mei 2015 di Balai Kartini, dengan lebih dari 1.000 opportunities di 80 perusahaan.

Karir.com merupakan portal asli milik Indonesia dan memiliki visi menjadi aset bangsa. “Karir.com milik Indonesia, dari Indonesia dan bagi Indonesia,” tutup Dino Martin.

***

Tentang Karir.com
Karir.com adalah Portal Karir pertama di Indonesia, berdiri tahun 1999. Sejak Desember 2014 Karir.com menjadi bagian dari Emtek Group, sebuah grup dengan 3 divisi bisnis utama: Media, Telekomunikasi & Solusi IT, dan Konektivitas. Beberapa portofolio Media Online Emtek: Liputan6.com, lakupon.com, vidio.com, dan kini Karir.com – menyediakan layanan bagi perusahaan untuk mendapatkan talenta terbaik melalui media online.

Dino Martin, CEO
Setelah mengambil alih Karir.com pada akhir 2014, Dino merubah perusahaan ini menjadi solusi rekruitmen total untuk pasar Indonesia. Dengan membawa pengalaman yang sudah lebih dari 18 tahun di berbagai industri seperti FMCG, telekomunikasi dan otomotif, dan 5 tahun terakhir di industri perekrutan. Dino memiliki latar belakang yang kuat dalam pengembangan bisnis, keuangan, serta penjualan dan pemasaran. Sebelumnya, Ia pernah menjabat sebagai Vice President, Sales and Marketing BMW, Marketing Manager L’ Oreal serta Brand Manager Ericsson.

 

Keterangan lebih lanjut hubungi:

Rizka Septiadi
Chief Marketing Officer
PT Karir Komunika Pratama
Jl. Bumi No. 10 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12120
cika@karir.com
0811117627

%d bloggers like this: