Banyak orang yang berpikir bagaimana cara membuat portofolio dan juga banyak yang mengira portofolio dan CV adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Keduanya adalah dokumen yang harus dipersiapkan untuk melamar sebuah pekerjaan. CV kalian berisi informasi pengalaman yang kalian miliki, sedangkan melalui portofolio kalian akan menunjukan hasil karya dari pengalaman yang sudah dikerjakan.

Tips Cara Membuat Portofolio

Melalui portofolio kalian dapat menampilkan seluruh hasil kerja kalian secara rinci dan jelas. Dengan contoh hasil kerja yang ada dapat membuat HRD melihat bagaimana kinerja kalian pada pekerjaan sebelumnya. Sehingga HRD dan perusahaan dapat menjadi tertarik dan percaya untuk bekerja dengan kalian. Oleh sebab itu, kalian perlu menyiapkan portofolio terbaik kalian, yuk simak beberapa tips yang dapat kalian terapkan!

Meskipun portofolio merupakan dokumen untuk menampilkan hasil kerja, tidak ada salahnya kalian tetap menuliskan Data diri. Contohnya alamat, nomer telepon atau alamat email. Dengan adanya data diri dapat memudahkan HRD untuk menghubungi kalian. Kalian juga jangan sampai salah menuliskan data diri, seperti salah menulis nomer telepon. Hal ini cukup fatal, jangan sampai kalian kehilangan kesempatan bekerja hanya karena salah menuliskan nomer telepon.

Membuat Portofolio Secara Sederhana

Meskipun kalian memiliki pengalaman bekerja yang banyak, tidak perlu seluruh pengalaman dituliskan di dalam portofolio. Kalian dapat menuliskan pengalaman kerja yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan yang akan kalian lamar. Portofolio yang terlalu panjang dapat membuat HRD bosan membacanya, karena kalian bukan satu – satunya pelamar. Contohnya kalian memiliki pengalaman sebagai seorang MC namun kalian melamar untuk posisi Staff Accounting, keduanya adalah bidang pekerjaan yang berbeda dan tidak berkaitan. Maka dari itu, pengalaman sebagai MC tidak perlu dituliskan.

Read :  Mudahnya Mencari Kerja dengan Mobile App!

Keterampilan merupakan hal yang sangat penting dalam proses melamar pekerjaan, karena melalui keterampilan perusahaan dapat mempertimbangkan kalian untuk diterima bekerja. Oleh sebab itu, kalian jangan sampai lupa menulis keterampilan yang kalian miliki. Tulislah keterampilan tersebut secara spesifik sesuai dengan posisi yang akan kalian lamar.

Menampilkan Hasil Kerja

Menuliskan keterampilan tanpa bukti merupakan hal yang percuma, kalian perlu untuk menampilkan hasil kerja pada portofolio. Hasil kerja merupakan suatu hal yang akan kalian jual kepada perusahaan, dengan begitu perusahaan akan melihat sejauh mana kinerja dan kemampuan yang kalian miliki. Bagi kalian fresh graduate yang mungkin belum memiliki pengalaman kerja atau magang, tidak perlu bingung untuk menampilkan hasil kerja. Kalian dapat mencantumkan contoh tugas atau project yang pernah kalian kerjakan di bangku kuliah.

Memasukkan Referensi dari Rekan Kerja atau Client

Referensi juga merupakan elemen penting bagi sebuah portofolio. Rekan kerja dan client adalah orang – orang yang pernah bekerja dengan kalian dan tentunya dapat menilai hasil kerja kalian. Kalian dapat meminta rekan kerja atau client menuliskan testimoni atau ulasan selama bekerja dengan kalian, kemudian testimoni tersebut dapat kalian tampilkan pada portofolio. Dengan testimomi atau ulasan yang baik dapat menjadi penilaian khusus bagi perusahaan terhadap kalian.

Hindari Memasukkan Portofolio Lama

Ketika proses membuat portofolio kalian juga harus memilih hasil kerja menurut waktu pembuatannya. Jangan sampai kalian menampilkan hasil kerja 3 atau 5 tahun yang lalu. Hasil kerja yang sudah terlalu lama dapat dinilai sudah tidak relevan dengan kemampuanmu, trend dan perkembangan teknologi saat ini. Kalian dapat memasukkan hasil kerja yang paling terbaru, karena dapat relevan dengan keadaan masa kini.

Read :  Keuntungan Menjadi Seorang Aktivis Di Kampus, Apa Saja?

Menggunakan Desain yang Sederhana

Kalian tentunya ingin membuat portofolio yang menarik di mata HRD atau perusahaan. Tetapi, jangan sampai kalian menggunakan desain yang terlalu berlebihan, contohnya terlalu banyak ornamen dan warna yang mencolok. Kalian dapat menggunakan desain yang sederhana tetapi tetap nyaman untuk dilihat serta berisikan informasi dan hasil kerja kalian yang jelas dan spesifik.

Itulah beberapa tips cara membuat portofolio yang dapat kalian terapkan dalam membuat portofolio. Perlu kalian ingat portofolio merupakan bagian awal yang HRD atau perusahaan lihat dari diri kalian, jadi persiapkanlah portofolio kalian dengan baik dan benar. Semoga artikel ini dapat membantu kalian untuk sukses dalam berkarir.

Author

I really enjoy writing and want to share my happiness with you!